JAKARTA - Wacana reshuffle kabinet terus menggelinding menyusul kuatnya perlawan dua partai koalisi, Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pansus Angket Century. Namun demikian, Presiden diprediksi bakal berpikir dua kali untuk mendepak kedua partai itu.
Menurut pengamat politik Burhanudin Muhtadi, jika Presiden mendepak kedua partai tersebut dari koalisi, sama saja dengan “bunuh diri” politik. Oposisi akan semakin kuat dan Partai Demokrat kian tak bisa mengendalikan Pansus Century.
“Yang mungkin dilakukan SBY adalah mendekati ulang Golkar karena dibanding PKS, Golkar adalah pemegang kursi terbesar kedua di DPR. Golkar juga punya sejarah koalisi yang lebih harmonis dengan SBY,” ujar Burhan kepada okezone, Senin (8/2/2010).
Pengajar Universitas Paramadina ini menjelaskan, jika tercapai deal politik dan kompromi dengan Golkar, tidak musthail PKS “ditendang” dari jalinan koalisi pemerintah.
“Karena dianggap tak tahu diri. Lalu empat kursi di PKS diberikan ke Golkar. Meski sekarang golkar dan PKS akur di pansus Century, tapi kedua partai itu sejatinya saling mengintai,” jelasnya.
Dalam hal ini, kata dia, jika Golkar menelikung dan membuat deal diam-diam dengan SBY maka habislah riwayat PKS dan demikian sebaliknya. “Mereka tak akan mau sendirian jadi duri dalam daging,” katanya.
Sedangkan PDIP, Hanura dan Gerindra, menurut Burhan, sangat membutuhkan soliditas Golkar dan PKS untuk memenangkan voting di pansus dan sidang pleno DPR. “Jika salah satunya masuk angin maka tamatlah riwayat pansus century,” pungkasnya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.