CIREBON – Belasan wartawan, Petugas Polda Jabar, dan Majaelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, terperosok kedalam kolam setinggi 3 meter yang berada di markas aliran Surgan Aden yang diduga sesat pimpinan Ahmad Tantowi, Senin sore tadi.
Berdasar pantauan di lokasi kejadian, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, dua orang waratawan, Masruri Wahid (Indosiar), Yus Firdaus (Elshinta), dan Salim Umar ketua Komisi Patwa MUI Jabar, terkilir pada bagian kaki dan tangannya. Sementara itu, belasan lainnya basah kuyup akibat tercebur kolam yang berada di bagian bawah Markas Aliran Surga Aden.
Tidak hanya itu, sejumlah kamera dan barang elektronik lainnya yang dibawa rombongan turut tercebur kedalam kolam setinggi 3 meter tersebut. Rombongan terperosok diduga karena, kayu penahan rumah tersebut tidak kuat menahan beban.
Peristiwa tersebut berawal, saat rombongan memasuki rumah istana milik pimpinan aliran surga Aden, Ahmad Tantowi yang berada di Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Rumah yang roboh merupakan rumah kedua milik Ahmad Tantowi yang diperiksa rombongan.
Saat itu, rombongan memasuki pintu utama. Selanjutnya, saat akan masuk kedalam ruangan lain. Rombongan secara bergerombol memadati pintu kedua yang sedang dibuka. Pada bagian bawah ruangan tersebut, terdapat kolam setinggi 3 meter. Sementara, lantai penopang rumah tersebut hanya terbuat dari lempengan kayu yang diduga sudah rapuh.
Ketika rombongan menunggu pintu terbuka, tiba-tiba lantai tersebut roboh. Sontak saja, seluruh rombongan yang berada paling depan turut terperosok kedalam kolam yang berada dibawah rumah tersebut. Suasana, sempat panik karena rombongan yang terperosok tertimpa puing-puing kayu.
Teriakan minta tolong dan rasa kesakitan sempat menambah kepanikan, selanjutnya rombongan satu persatu dievakuasi dengan menggunakan tangga oleh rombongan lain yang berhasil menyelamatkan diri. Setelah peristiwa tersebut terjadi, akhirnya pemeriksaan dihentikan.
Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Jabar, Salim Umar, saat dikonfirmasi mengaku, kedatangan rombongan MUI yang didampingi petugas Polda Jabar guna menindaklanjuti tuduhan penistaan agama yang disangkakan terhadap pimpinan aliran surga Aden, Ahmad Tantowi.
“Saat ini kami masih mengumpulkan bukti-bukti terkait adanya tuduhan penistaan agama yang dituduhkan kepada kelompok surga Aden ini. Kami belum bisa memastikan apakah kelompok ini sudah termasuk menistakan agama atau tidak. Pasalnya, kami masih melakukan pemeriksaan baik terhadap Ahmad Tantowi atau pengikutnya. Selaian itu, kami juga tengah mempelajari buku-buku yang diajarkan serta rumah yang dijadikan tempat berkumpulnya,” tegas Salim Umar.
Sementara itu, Bambang Wirahman selaku kuasa hukum beberapa korban pelecehan seksual yang dituduhkan kepada Ahmad Tantowi, saat dikonfirmasi mengaku, sedikitnya sudah ada 5 orang saksi korban yang sudah mengakui adanya praktek pelecehan seksual yang dilakukan Ahmad Tantowi.
‘Sasat ini sudah ada 5 saksi korban yang siap bersaksi di depan pengadilan. Sebenarnya, masih banyak korban-korban lainnya yang telah dilecehkan Ahmad Tantowi. Namun, mereka enggan memberikan kesaksian karena rasa malu dan tekananan pisikologis akibat peristiwa itu,” tegas Bambang.
Sekedar mengingat, Ahmad Tantowi selaku pimpinan surga Aden dan belasan pengikutnya, beberapa waktu lalu telah diciduk petugas Polda Jabar. Di dituduh telah melakukan pelecehan seksual, pemerasan dan penistaan agama. Saat ini, Ahmad Tantowi masih ditahan petugas Polda Jabar.
(Tantan Sulton Bukhawan/Koran SI/fit)