SURABAYA – Tingkat kekerasaan terhadap jurnalis di Jawa Timur terbilang masih memperihatinkan.Dalam kurun waktu 2007-2009, tercatat 79 kasus kekerasan terjadi pada wartawan.
“Sebanyak 79 kasus kekerasan terhadap wartawan di Jawa Timur membuktikan bahwa kebebasan pers masih terancam,” ujar Ketua Aliansi Jurnalis Independen Surabaya Doni Maulana di Surabaya, Selasa (9/2/2010).
Bentuk-bentuk dari kekerasan itu didominasi kasus pemukulan saat wartawan melakukan tugas peliputan di lapangan. Selain pemukulan, wartawan juga masih kerap menerima ancaman.
Sebagian masyarakat sendiri kurang mengerti terhadap peran dan fungsi pers padahal pers adalah jembatan informasi rakyat untuk pemberitaan yang objektif.
Selain ancaman kekerasan, pers saat ini dihadapkan dengan tantangan berbeda dengan pada saat Soeharto berkuasa. Dulu katanya pemberedelan, ancaman, penculikan, sering terjadi, saat ini pers justru lebih terbelenggu dengan pasal-pasal.
(Johan Samudra/Trijaya/fit)