BANYUASIN - Lebih dari sebulan terakhir ribuan rumah warga di 14 desa di Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan terendam banjir. Namun hingga saat ini, belum ada satupun warga yang mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Padahal saat ini warga tengah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sejak awal Januari lalu, sedikitnya 7 ribu rumah warga terendam banjir.hingga tadi pagi air di pemukiman warga belum juga surut.ketinggian air di pemukiman warga terutama di pemukiman warga yang berada di bantaran Sungai Musi mencapai tiga meter. Ketinggian air belum menunjukkan tanda-tanda bakal surut.bahkan terus bertambah jika turun hujan.
Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir,menyebabkan debit air di Sungai Musi meningkat.akibatnya sungai musi meluap dan menggenangi pemukiman warga. Selain itu, banjir yang terjadi di Muara Enim, Sumatera Selatan, juga mengakibatkan luapan air Sungai Musi di daerah ini semakin meninggi karena air dari Sungai Lematang bermuara di Sungai Musi.
Banjir ini menenggelamkan ribuan areal persawahan dan perkebunan karet serta sawit warga. Akibatnya warga kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,karena bertani adalah mata pencaharian utama warga di kecamatan ini.
Warga mengeluhkan tidak adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah Kabupaten Banyuasin.padahal untuk memenuhi kebutuhaannya warga hanya bisa menjual kayu bakar saja. Seperti yang dialami warga bernama Sadiah. Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan sembako serta bantuan kesehatan kepada mereka.
“Sudah lebih sebulan banjir di desa kami tapi kami belum mendapat bantuan,sawah dan kebun kami habis terendam.Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami hanya bisa menjual kayu bakar saja,” ujar Sadiah.
(Sutamin/Global/fit)