nasi goreng.(ilustrasi:ist)
INDRAMAYU - Sebanyak enam orang dari satu keluarga di Blok Plawad Desa Tugu Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu mengalami keracunan setelah mengonsumsi nasi goreng saat sarapan pagi, Selasa pagi.
Korban keracunan yakni Suka (78), Sunewi (40), Nurhalimah (16), Rudihartono (30), Tejo (12) serta seorang bocah bernama Pigo Andriano (7). Belum diketahui pasti penyebab keracunan. Namun kuat dugaan, keracunan yang dialami satu keluarga ini akibat bahan yang digunakan untuk memasak nasi goreng sudah basi.
Peristiwa keracunan satu keluarga itu bermula saat Sunewi (40) memasak nasi goreng untuk sarapan pagi. Sunewi selama ini dikenal sebagai pedagang nasi lengko di desa setempat. Nasi yang dibuat untuk nasi goreng adalah sisa dagangan nasi lengko. Setelah matang, nasi goreng lalu disuguhkan kepada keluarganya. Dalam sekejap, nasi goreng buatan Sunewi langsung habis disantap untuk sarapan pagi.
Keluarga yang menyantap nasi goreng buatan Sunewi ini awalnya tidak merasakan adanya hal yang berbeda seusai menyantap nasi goreng.
Namun,selang satu jam, Sunewi bersama anggota keluarga lain merasakan mual,pusing dan disusul muntah-muntah. Beberapa anggota keluarga lain yang melihatnya dibuat terkejut lantaran keadaan itu dirasakan bersamaan oleh keluarga sunewi.
Melihat ada yang tidak beres, beberapa anggota keluarga lain segera memberikan pertolongan dengan cara meminumkan air kelapa muda kepada mereka. Setelah meminum air kelapa muda, empat anggota keluarga Sunewi kondisinya sedikit membaik.
Namun nasib Sunewi dan Suka berbeda. Sebab keduanya sempat kejang-kejang dan pingsan diduga akibat tak kuat menahan pusing dan muntah-muntah. Melihat keadaan itu, anggota keluarga segera memanggil petugas kesehatan di desa mereka untuk memberi pertolongan. Sunewi dan Suka lalu diberi cairan infus untuk membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh.
"Kami baru tahu kalau keluarga kami mengalami keracunan saat ada anggota keluarga yang merasakan mual-mual," ungkap Mashari (40), orang tua korban Pigo.
Sementara itu, setelah kejadian keracunan, belum ada satupun pihak berwenang yang bersedia memberikan keterangan menyangkut penyebab keracunan satu keluarga tersebut.
Namun berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, bahan-bahan nasi goreng seperti minyak goreng, ayam goreng serta bumbu dapur diduga sudah basi. Hanya saja, pihak keluarga enggan memeriksakan nasi goreng yang sudah dikonsumsi dengan alasan bahwa peristiwa itu musibah dan jauh dari faktor kesengajaan.
"Kalau disengaja jelas tidak mungkin. Sebab yang masaknya saja ikut makan dan ikut jadi korban keracunan," imbuh Mashari.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sunewi. Ia mengaku kerap membuat nasi goreng untuk keluarga dari bahan-bahan nasi yang biasa digunakan saat berjualan nasi lengko.
"Baru kali ini, kami merasakan mual-mual, padahal sebelumnya saya biasa membuat nasi goreng untuk keluarga," katanya. Sunewi juga mengaku bahan-bahan yang digunakan untuk membuat nasi goreng berasal dari bahan-bahan yang ada di dalam dapur.
(Tomi Indra Prayitno/Koran SI/fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan