BANDUNG - Motif penembakan Briptu Endang Wahyu, anggota Polwiltabes Bandung, hingga kini masih misterius. Namun, dari luka tembak yang diderita, korban diduga ditembak dari jarak sekitar 1-2 meter.
Hal tersebut diungkapkan Kapolres Garut AKBP Amur Chandra, “Kalau motif masih kita selidiki. Bisa saja dendam, bisa saja motif lain. Yang pasti, semuanya masih dalam pengembangan tim gabungan polisi,” kata Amur saat dihubungi okezone, Selasa (9/2/2010).
Amur mengatakan, polisi tidak menemukan selongsong peluru di lokasi kejadian. Menurut Amur, polisi hanya menemukan satu proyektil peluru di tempat kejadian. Proyektil tersebut, kata dia, kemudian dikirim ke Puslabfor Mabes Polri bersama dengan proyektil yang ditemukan di tubuh korban.
“Jadi ada dua proyektil yang kita kirim ke Puslabfor Mabes Polri. Satu proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian, satu lagi di tubuh korban. Kita minta hasilnya segera, untuk kepentingan penyelidikan,” tandas Amur.
Briptu Endang Wahyu, anggota kepolisian dari Polres Garut ambruk ditembak orang tak dikenal, pada Senin 8 Januari sekira pukul 18.00 WIB. Ia menderita luka tembak di pinggang, dada kanan, dan punggung hingga harus dilarikan ke RSUD dr Slamet Garut.
Korban kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Hingga saat ini, kondisi korban masih kritis. Dia dirawat di ruang IGD RSHS Bandung dengan masih menggunakan mesin pernapasan.
(ful)