o1 o2

Nusantara


Ingin ke Politik, Jurnalis Harus Tingalkan Kewartawanan

Selasa, 9 Februari 2010 - 16:13 wib
text TEXT SIZE :  
Share
jurnalists.(ilustrasi:ist)

SURABAYA – Kalangan pers saat ini banyak yang terjun ke panggung politik. Hal itu boleh-boleh saja, asal mereka yang hendak berkiprah di politik menanggalkan profesinya sebagai jurnalis.

“Kalangan pers berpeluang besar jadi anggota legislatif dan wali kota. Seyogyanya personal itu keluar dari pers dulu baru mencalonkan diri sebagai anggota legislatif atau calon wali kota,” jelas Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya Doni Maulana, di Surabaya, Selasa (9/2/2010).

Menurut dia banyak anggota dewan atau pemimpin daerah yang sebelumnya merupakan wartawan. Di Pilkada Surabaya misalnya, sejumlah calon seperti Arif Afandi dan Dhimam Abror Djuraid memiliki latar belakang wartawan, bahkan Dhimam saat ini masih menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur.

Kalangan pers yang hendak terjun ke dunia politik perlu meninggalkan profesi wartawannya agar tidak terjadi konflik kepentingan, saat menjalankan tugas kewartawanannya.

“Dan bila ada persoalan dengan rakyat, profesi jurnalis tidak ikut dikecam,” ujarnya.
(Johan Samudra/Trijaya/fit)

Bagi Pengguna Ponsel, BlackBerry Nikmati Berita Terkini Di http://m.okezone.com
Share
 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?

Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Sabtu, 20 Maret 2010 17:10 wib

    Persiapan Ujian Nasional di Medan Rampung 100%

  • Sabtu, 20 Maret 2010 16:23 wib

    Soal UN ke Banyumas Dikawal Ketat Polisi

  • Sabtu, 20 Maret 2010 15:59 wib

    Kampanye "World Silent Day" Aktivis Nyebur Sungai

  • Sabtu, 20 Maret 2010 15:05 wib

    Konsolidasi Taufik Kiemas di Warung Soto Medan

  • Sabtu, 20 Maret 2010 11:03 wib

    KPU Blora Pulangkan Calon Bupati 'PDIP'

  • o3 o4