jurnalists.(ilustrasi:ist)
SURABAYA – Kalangan pers saat ini banyak yang terjun ke panggung politik. Hal itu boleh-boleh saja, asal mereka yang hendak berkiprah di politik menanggalkan profesinya sebagai jurnalis.
“Kalangan pers berpeluang besar jadi anggota legislatif dan wali kota. Seyogyanya personal itu keluar dari pers dulu baru mencalonkan diri sebagai anggota legislatif atau calon wali kota,” jelas Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya Doni Maulana, di Surabaya, Selasa (9/2/2010).
Menurut dia banyak anggota dewan atau pemimpin daerah yang sebelumnya merupakan wartawan. Di Pilkada Surabaya misalnya, sejumlah calon seperti Arif Afandi dan Dhimam Abror Djuraid memiliki latar belakang wartawan, bahkan Dhimam saat ini masih menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur.
Kalangan pers yang hendak terjun ke dunia politik perlu meninggalkan profesi wartawannya agar tidak terjadi konflik kepentingan, saat menjalankan tugas kewartawanannya.
“Dan bila ada persoalan dengan rakyat, profesi jurnalis tidak ikut dikecam,” ujarnya.(Johan Samudra/Trijaya/fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan