BANDUNG - Polisi masih memeriksa empat saksi kasus penembakan yang menimpa Briptu Endang Wahyu di Kabupaten Garut, Senin kemarin. Keempat saksi tersebut merupakan warga sekitar yang mengaku melihat aksi penembakan itu.
Sampai saat ini, kita sudah memeriksa empat saksi. Mereka merupakan warga sekitar yang melihat kejadian, termasuk anak SMP yang dibonceng korban, kata Kapolres Garut AKBP Amur Chandra, saat dihubungi okezone, Selasa (9/2/2010) sore.
Menurut Amur, hingga saat ini aparat gabungan dari Polres Garut, Polwiltabes Bandung, Polwil Priangan dan Polda Jabar masih terus memburu pelaku penembakan yang diduga menaiki sepeda motor Yamaha Vega. Perburuan pelaku juga dilakukan dengan melakukan razia sepeda motor di sejumlah jalan di Garut, terutama motor Yamaha Vega.
“Kami masih terus melakukan sweeping terhadap kendaraan roda dua, terutama Yamaha Vega. Karena berdasarkan keterangan saksi mata, saat kejadian, pelaku menaiki motor Yamaha Vega,” terang Amur.
Briptu Endang Wahyu, anggota kepolisian dari Polwiltabes Bandung ambruk ditembak orang tak dikenal, Senin malam sekira pukul 18.00 WIB. Ia menderita luka tembak di pinggang, dada kanan, dan punggung hingga harus dilarikan ke RSUD dr Slamet Garut.
Korban kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Hingga saat ini, kondisi korban masih kritis. Dia dirawat di ruang IGD RSHS Bandung dengan masih menggunakan mesin pernapasan.
Briptu Endang Ditembak dari Jarak 1 Meter
Motif penembakan terhadap Briptu Endang Wahyu hingga saat ini masih gelap. Namun, dari luka tembak yang diderita, korban diduga ditembak dari jarak sekitar 1-2 meter.
“Kalau motif masih kita selidiki. Bisa saja dendam, bisa saja motif lain. Yang pasti, semuanya masih dalam pengembangan tim gabungan polisi,” kata Amur.
Amur mengatakan, polisi tidak menemukan selongsong peluru di lokasi kejadian. Menurut Amur, polisi hanya menemukan satu proyektil peluru di tempat kejadian. Proyektil tersebut, kata dia, kemudian dikirim ke Puslabfor Mabes Polri bersama dengan proyektil yang ditemukan di tubuh korban.
“Jadi ada dua proyektil yang kami kirim ke Puslabfor Mabes Polri. Satu proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian, satu lagi di tubuh korban. Kami minta hasilnya segera, untuk kepentingan penyelidikan,” tandas Amur.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.