MEDAN - Terkait kasus penyekapan dan tindak kekerasan terhadap lima wartawan di Medan, Sumatera Utara, oleh oknum dokter dan satpam Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan, Sabtu 6 Febrnuari lalu, pihak Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Medan segera menindaklanjutinya dalam waktu dekat ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Satuan Reskrim Poltabes Medan Kompol Jukiman Situmorang, Selasa (9/2/2010). Dia mengatakan, pihaknya telah menerima laporan mengenai kasus intimidasi terhadap wartawan tersebut.
"Kita telah menerima laporan kelima wartawan tersebut. Kita akan segera menindaklanjutinya dalam waktu dekat ini, dengan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi," jelasnya kepada wartawan.
Ditambahkan Kompol Jukiman, mereka telah melakukan pemeriksaan terhadap kelima wartawan yang menjadi korban penyekapan dan tindak kekerasan tersebut. Untuk selanjutnya, mereka juga akan segera memanggil sejumlah saksi di rumah sakit tersebut, termasuk oknum dokter dan satpam yang diduga menjadi pelaku.
Sementara itu, kasus penyekapan dan tindak kekerasan terhadap kelima wartawan itu sendiri terjadi di RSU Haji Adam Malik, Sabtu lalu. Ketika itu, para korban sedang melakukan peliputan terhadap kasus dugaan malapraktik yang terjadi di rumah sakit itu.
Namun, tiba-tiba mereka diintimidasi oleh beberapa oknum dokter dan satpam rumah sakit. Kelima wartawan tersebut disekap di salah satu ruangan rumah sakit. Selain itu, salah seorang wartawan juga ditarik secara paksa oleh satpam untuk masuk ke ruangan. Mereka juga dipaksa untuk berjanji agar tidak memberitakan kasus dugaan malapraktik.
(ram)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan