getting time...

Anas: Meski 'Halal' Demokrat Tak Akan Reshuffle

Ajat M Fajar - Okezone
Rabu, 10 Februari 2010 09:34 wib
Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum

JAKARTA - Isu adanya reshuffle pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II belakangan semakin santer terdengar. Hal ini berkaitan erat dengan sikap anggota Pansus Century, yang berasal dari partai koalisi.
 
Namun begitu, Ketua Bidang Politik DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum meyakini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah berencana melakukan reshuffle.

“Dalam kontrak koalisi ada code of conduct. Tentu hal tersebut wajib dipatuhi bersama. Pastilah Presiden akan mengevaluasi sikap-sikap politik semua peserta koalisi. Saya yakin reshuffle tidak pernah dicita-citakan oleh SBY,” ujar Anas melalui pesan singkat yang diterima okezone, Rabu (10/2/2010).

Namun begitu, Anas menambahkan, jika diperlukan untuk keselamatan dan kemartabatan koalisi, serta demi efektifitas pamerintahan, pastilah SBY akan mengambil keputusan dengan tepat.

Menurutnya, Partai Demokrat dalam posisi mendukung sepenuhnya langkah-langkah politik SBY, apakah akan mempertahankan kabinetnya atau akan menyegarkan kabinetnya.

“Meskipun ‘halal’, sejatinya Demokrat tidak mengharapkan ada reshuffle. Kami lebih menyukai kekompakan yang sejati. Kecuali memang dibutuhkan demi kepentingan stabilitas dan efektifitas kerja pemerintahan,” pungkas dia.

Usul reshuffle kabinet pernah disampaikan Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsuddin, Ketua DPP Jafar Hafsah, dan Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum kepada Presiden yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Demokrat pada Kamis 4 Februari lalu.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Amir, Demokrat mengusulkan perlunya evaluasi dan reshuffle kabinet terhadap menteri yang berasal dari partai koalisi.

Usulan ini muncul lantaran sejumlah anggota pansus yang berasal dari mitra koalisi dinilai tidak sejalan dengan anggota Pansus dari Fraksi Demokrat, dalam menanggapi kasus dana talangan Bank Century.(lsi)

(mbs)

  • Aang » 0 Tanggapan
    Klo ada reshuffle dan terjadi itu namanya pemaksaan kehendak pak Demokrat. Masa semua partai koalisi harus nurut n cari aman dengan ikut apa yg di pengenin pak Demokrat.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • johan » 0 Tanggapan
    gertak kosong,sekosong otak pengusulnya.maknai kembali arti koalisi Bung!jgn hidup mati membela patner koalisi yg jls2 melakukan kesalahan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Rocker » 0 Tanggapan
    Jadi klo pak SBY resufle oke gak juga gpp, klo gitu ngapain anda dan ketua PD lainnya, sibuk expose ke media soal anjuran anda dan ketua2 PD soal reshuffle klo anda sendiri gak punya tujuan akhir selain ngikutin kata atasan anda. Puintar tenan petinggi satu ini.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.