BANYUASIN - Ratusan warga Desa Sukaraja P1, Banyuasin, Sumatera Selatan, siang tadi berdesak-desakan di sisi kanal desa. Pasalnya satu dari tiga ekor buaya ganas yang meresahkan warga sejak setahun terakhir,berhasil ditangkap hidup-hidup.
Salah seorang warga, Maryono,mengatakan, penangkapan buaya berukuran sepanjang 4 meter ini berawal dari seorang siswi Sekolah Dasar di Desa Sukaraja P1, dikejar buaya saat melintas di dekat kanal pagi tadi. Siswi ini pun lari ketakutan sambil menangis.
Mengetahui ada buaya masuk kampung, warga pun beramai-ramai mengejar buaya tersebut. Sang pemangsa ini pun masuk kembali ke dalam kanal. Lalu,warga menutup semua gorong-gorong di bawah jembatan kanal. Ketika itu air di kanal tengah pasang,hingga ketinggian air mencapai empat meter.
Warga sempat kesulitan memburu buaya.Namun akhirnya sang buaya terdesak air sungai di kanal yang surut. Warga pun beramai-ramai menombak buaya di dalam air kanal sedalam dua meter.
Akhirnya buaya berhasil ditangkap setelah ia lemas akibat sering ditombak. Warga pun mengangkat buaya ini ke tepi kanal. Karena emosi, warga menombak buaya untuk memastikan agar buaya seberat lebih dari 300 kwintal ini mati.
“Tadi pagi anak SD dikejar buaya. Anak itu lari sambil menangis.Lalu kami beramai-ramai mengejar buaya hingga dia masuk ke kanal. Lalu saya mengimbau warga agar menutup gorong-gorong.tak lama kemudian air surut hingga buaya terdesak.Selanjutnya warga beramai-ramai menombak buaya. Akibatnya buaya itu lemas.Barulah kami bisa mengangkatnya ke tepi,” ujar Maryono.
Sebelumnya sedikitnya empat warga pernah dimangsa buaya ganas ini.Namun, para korban selamat setelah bergumul dengan buaya. Buaya ini juga sering masuk kampung, memangsa itik dan ayam peliharaan warga.bahkan anak-anak tak luput dikejar sang buaya.
Salah seorang korban, Anang, pernah dimangsa buaya saat ia buang air besar di jembatan kanal.Saat itu,dari belakang buaya menggigit dan menarik korban dari belakang.Beruntung korban selamat setelah bergumul dan berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya.
“Saat itu saya sedang buang air malam hari di jembatan. Saya melihat dua sinar.Saya kira lampu. Tapi tidak lama berselang.tiba-tiba pantat saya ditarik buaya hingga saya terjatuh.Beruntung saya berhasil lepas,setelah bergumul selama 15 menit,” kenang Anang, Rabu (10/2/2010).
Buaya ini berasal dari Sungai Tungkal.namun, masuk ke kanal di pemukiman warga setelah pintu air di kanal dekat sungai tungkal jebol.Buaya ini pun dengan leluasa keluar masuk kanal terutama saat air pasang.
Usai menangkap buaya warga masih memburu dua ekor buaya lain yang juga sering masuk kampung dengan ukuran lebih besar lagi.
(Sutamin/Global/fit)