SUBANG - Jamilah mengusap-usap perut bayinya bernama Muhammad Fahmi yang terus membesar. Kondisi Fahmi sangat mengenaskan. Akibat tumor di perutnya, bayi 11 bulan ini tumbuh tidak normal layaknya anak seusianya.
Bahkan, ia sulit untuk bernafas. Setiap hari bayi ini hanya bisa berbaring menahan sakit dan mendapatkan perawatan seadanya dari orang tuanya di Desa Tambak Jati, Kecamatan Patok Beusi, Subang, Jawa Barat.
Padahal, saat dilahirkan Fahmi dalam kondisi normal. Bila rasa sakit menyerang tubuhnya, bayi ini tidak mau lepas dari gendongan ibunya. Jamilah kini hanya bisa menangis melihat kondisi anaknya, sementara ia tidak mampu berbuat apa-apa karena kondisi keluarganya yang miskin, suaminya hanyalah seorang pedagang sayur keliling.
"Cepat sembuh, udah sembuh udah biasa normal pas empat bulan itu terlambat buang air besarnya sama kencingnya itu lambat terus kembung sampai sekarang," keluh Jamilah, Jumat (12/2/2010).
Jamilah pernah membawa anaknya ke RSUD Kerawang, Maret 2009. Kondisi sang anak sempat membaik sementara waktu. Jamilah berharap ada keajaiban dan uluran tangan dermawan.
Melihat kondisi Fahmi dan keluarganya yang miskin, sudah seharusnya Pemda setempat bergerak untuk membantu pengobatan bayi malang ini, bukankah si miskin berhak mendapatkan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma.
(Rudi Setiawan/RCTI/teb)