getting time...

Lagi Nasib Pilu TKW di Malaysia

Rabu, 17 Februari 2010 18:35 wib
Ilustrasi korban.(foto:ist)
Ilustrasi korban.(foto:ist)

BREBES – Nasib getir kembali dialami tenaga kerja wanita (TKW) asal Brebes yang bekerja di luar negeri. Kali ini menimpa Endang Mutiara,(21), seorang TKW asal Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes ini sudah tiga tahun tidak bisa pulang ke Indonesia.
 
Padahal, masa kerja putri ke tiga dari tujuh bersaudara pasangan Jahudi,(42), dan Konadah,(40), itu sudah habis sejak Desember 2008.
 
Korban yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di wilayah Selangor, Malaysia itu juga dikabarkan mengalami penyiksaan fisik majikannya Teseni Komaresen serta tidak mendapat gaji sesuai perjanjian kerja.
 
Kondisi demikian membuat orang tua korban khawatir dengan keselamatan anaknya. Orang tua korban didampingi LSM Masjaka dan anggota DPRD Brebes, Akhmad Muttaqin, mengadukan masalah itu ke Bupati Brebes Indra Kusuma. Kedatangan orang tua korban ini untuk minta perlindungan dan pemulangan Endang Mutiara yang diduga sengaja ditahan majikannya.
 
Konadah (40), ibunda Endang Mutiara menuturkan, anakanya berangkat ke Malaysia Januari 2006 silam melalui PJTKI PT Pamor Sabta Darma Jakarta. Sesuai kontrak kerja Endang Mutiara bekerja dua tahun terhitung Januari 2006 hingga Desember 2008 .
 
“Anak saya semestinya sudah pulang sejak Desember 2008, tapi sampai sekarang tak bisa pulang. Alasanya, karena paspor anak saya sudah habis,"kata Konadah kepada Bupati, Rabu (17/2/2010).
 
Menurut dia, sesuai kontrak kerja anaknya mendapat gaji sebesar 450 Ringgit atau setara Rp1.050.000/bulan. Namun, gaji yang diterima selama dua tahun hanya Rp7,5juta. “Uang itu dikirim dua kali, tahun pertama hanya sebesar Rp2,5juta dan kedua Rp5juta," ujarnya.
 
Konadah mengemukakan, selain tidak mendapat gaji yang layak Endang juga kerap mendapat penyiksaan fisik dari majikannya. Kondisi ini membuat anaknya depresi.
“Setiap kali saya telepon, anak saya selalu mengeluh sakit terutama di bagian kepala.
 
Katanya, kepala anak saya sering dibenturkan ke tembok oleh majikan, bahkan sempat masukrumah sakit selama empat hari,” paparnya.
 
Konadah mengaku sudah berupaya meminta bantuan ke sejumlah pihak termasuk mengirimkan surat ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). “Tapi, sampai sekarang belum ada tindaklanjut. Saya jadi bingung dan khawatir dengan keselamatan anak saya,”tandasnya.
 
Kasus sebelumnya dialami Nani Sugiharti,25, seorang TKW asal Desa Losari Lor RT 6 RW 3, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Korban yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Korma, Arab Saudi, itu disiksa majikannya Ny Wadhah dengan menyambuk beberapa bagian tubuhnya.

(Kastolani/Koran SI/fit)