PADANG - Bantuan rekonstruksi gempa Padang, 12 September 2007 lalu senilai Rp19 miliar, ternyata belum mengalir sepenuh kepada korban gempa. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih menahan penyaluran bantuan tahap ketiga ini.
Pemprov berdalih, belum menerima laporan valid mengenai dampak gempa dari kabupaten dan kota. Selain itu belum ada laporan penyaluran dana tahap kedua.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Firdaus K di kantor Gubernur Sumbar, Jalan Jenderal Sudirman, Padang, Sumatera Barat, Kamis (18/2/2010).
“Kami tak ada niat menahan dana Rp19 miliar itu tapi kita ingin laporan yang valid agar nantinya pemerintah Kabupaten dan kota menyalurkan bantuan tersebut tepat sasaran. Selain itu harus ada laporan penyerahan dana bantuan gempa tahap ke dua. Itu sudah ada aturannya, jumlah uang yang masih ada di kas daerah itu sebanyak Rp19 miliar,” katanya.
Bahkan, kata Firdaus, masih ada Kabupaten dan Kota yang belum menyalurkan bantuan tahap kedua. Dikawatirkan, jika bantuan tahap kedua saja belum disalurkan bagaimana dengan tahap ketiga.
“Bisa saja bantuan tahap ketiga disalurkan sama dengan tahap kedua asal ada pernyataan yang tertulis dari bupati dan wali kota. Sedangkan bantuan untuk tahap pertama sudah mereka salurkan dan itupun dari pusat lansung,” terangnya.
Untuk bantuan korban gempa tahap ketiga ini total seluruhnya sebanyak Rp141 miliar. Sebagian dana sudah diserahkan kepada Kabupaten dan Kota yang telah memberikan laporannya. Sisanya sebanyak Rp19 miliar, merupakan jatah bagi daerah yang belum memberikan laporan.
Jumlah bantuan yang paling besar berada di pemerintah Kota Padang. Dana mereka masih tertahan di kas daerah Provinsi sebanyak Rp13 miliar.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.