Banjir, 2 Kecamatan di Bojonegoro Terendam

|

Ilustrasi Banjir Bandang

Banjir, 2 Kecamatan di Bojonegoro Terendam

BOJONEGORO –  Banjir bandang mengantam dua Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Ratusan rumah pun terendam setinggi 50 cm. Meski genangan air hanya terjadi tak lebih dari enam jam di pemukiman, tapi warga mengaku sangat ketakutan, lantaran banjir menerjang pukul 02.00 WIB dini hari.

Dua kecamatan yang diterjang banjir itu adalah Kecamatan Kanor yang meliputi Desa Tejo yang merendam 42 rumah, dan Desa Pesen sebanyak 90 rumah. Sedang di Kecamatan Sumberrejo banjir menerjang Desa Mlinjeng sebanyak 295 rumah, Desa Bogangin sebanyak 104 rumah dan Desa Talun 14 rumah.

   

Informasi yang diperoleh Seputar Indonesia menyebutkan, hujan turun deras di wilayah selatan Bojonegoro pada Jumat (19/2). Saat masyarakat tengah tidur tiba-tiba sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (20/2/2010) air luapan sungai datang dengan aliran sangat deras. "Air tiba-tiba saja datang," kata Hartono (35) warga Desa Pesen, Kecamatan Kanor.

   

Dia menjelaskan, air berasal dari luapan sungai Mekuris, anak sungai Bengawan Solo yang melewati wilayah Sumberrejo dan Kanor. Air dengan volume besar tiba-tiba meluber akibat ada tangkis sungai yang jebol di empat titik. "Awalnya jebolnya sedikit. Tapi lama kelamaan menjadi besar," terangnya.

   

Rumah milik Hartono dan warga lainnya di Desa Pesen memang terlihat terendam air setinggi rata-rata 50 cm. Tapi, beruntung barang-barang berharga seperti televisi sudah dinaikkan ke tempat lebih aman. "Sekarang sudah surut," tambahnya saat ditemui di rumahnya.

   

Data di Kecamatan Kanor menyebutkan, selain menggenangi pemukiman, air juga menerjang areal persawahan. Sekira 300 hektare padi terendam air di Desa Pesen, Tejo, Simbatan, Palembon, Samberan, dan Piyak. Akibat rendaman air itu, kerugian diperkirakan besar, lantaran padi baru berusia 1 bulan. "Jalan antar kecamatan juga terendam," terang Camat Kanor Joko Purnomo.

   

Dia menjelaskan, jalan yang terendam air berada di tiga titik yakni Jalan Raya Desa Tejo sepanjang 500 meter, Desa Pesen 300 meter, Simbatan 200 meter dan Piyak 100 meter. Ketinggian air di jalan raya mencapai 40 cm, sehingga kendaraan bermotor tak berani melintas. Air mulai surut sekitar pukul 10.30 WIB kemarin. "Kerugian belum bisa ditaksir," katanya.

   

Sementara itu, akibat tanggul jebol di sungai Mekuris, wilayah Kecamatan Sumberrejo juga menjadi korban. Ratusan rumah terendam air setinggi rata-rata 50 cm. Tanggul yang jebol itu berada di Dusun Gumelan Desa Bogangin. Dari jebolan tanggul itu air meluber ke tiga desa yakni Desa Mlinjeng, Bogangin, dan Talun.

   

Menurut Camat Sumberrejo Mulyadi, pihaknya masih belum bisa memperkirakan kerugian. Petugas masih berada di lapangan untuk membantu proses pembersihan rumah dan fasilitas umum. Apalagi, selain rumah kawasan pertanian juga terendam air. "Di Desa Mlinjeng ada 3 hektare dan Desa Talun ada 2 hektare," katanya.

   

Hingga Sabtu siang, warga masih terlihat membersihkan rumahnya. Jalanan desa masih banyak terendam air dengan aliran air sangat deras. Meski ketinggiannya sudah menyusut banyak. "Warga Talun kebanjiran. Air juga hampir saja menerjang Ponpes Attanwir. Pihak Ponpes langsung memasang karung pasir," kata Mustofa, salah satu warga Talun.

   

Sementara itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengaku sudah melakukan pendataan dan sudah dikirim ke Bupati Bojonegoro. Ditanya soal langkah selanjutnya, Kepala BPBD Kasiyanto mengaku pihaknya hanya bisa melakukan antisipasi saja. "Karena itu banjir bandang, bukan dari Bengawan Solo," kata dia.

   

Banjir bandang hanya menerjang dalam hitungan jam saja. Air biasanya berasal dari curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan sungai-sungai kecil meluap. BPBD, lanjut Kasiyanto hanya bisa memberi masukan kepada warga. "Kami hanya bisa memberi masukan, jika hujan di atas 1 jam dengan intensitas tinggi, warga harus waspada," pungkasnya.(bul)

(hri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Hasil Pertemuan Akbar Tandjung dengan Menko Polhukam