getting time...

Kuras Sumur Tua, 3 Orang Tewas Bersamaan

Senin, 22 Februari 2010 18:03 wib
freewebs.com
freewebs.com

SLAWI - Tiga orang tewas dua di antaranya masih sekeluarga saat menguras sumur tua sedalam 12 meter di rumah Karto (60), warga Dusun Kalipinang, Gumayun, Dukuhwaru, Tegal, Jawa Tengah, Senin (22/2/2010).

 
Korban tewas yakni, Jahari (65), dan anaknya Sodikin (40), serta Edi Wihartoyo (30), anak pemilik rumah tersebut. Korban tewas diduga karena menghirup gas monoksida.
Menurut pemilik rumah Karto (60), sumur tersebut dikuras karena akan dipakai kembali setelah lebih dari 15 tahun dibiarkan terbengkelai. “Rumah ini saya akan tempati lagi. Saya kemudian minta bantuan Jahari dan anaknya Sodikin untuk nguras sumur. Mereka selama ini dikenal ahli dalam menguras sumur,” katanya.
 
Dia menjelaskan, sebelum turun ke sumur, Jahari dan Sodikin dibantu Edi Wihartoyo anaknya terlebih dulu menyedot air sumur dengan menggunakan pompa diesel. Setelah itu, Jahari masuk ke sumur.
 
“Saya sudah larang dia (Jahari) untuk tidak usah turun ke sumur. Tapi, dia tetap saja turun. Katanya, kalau cuma dikuras saja airnya kurang bersih, apalagi banyak sampahnya,” ujar Karto menirukan ucapan Jahari.
 
Tidak berselang lama setelah turun ke sumur, Jahari berteriak minta tolong. Teriakan ini mengundang perhatian anaknya Sodikin dan berusaha membantu ayahnya. Namun, upaya Sodikin malah berakibat fatal karena dia ikut lemas di sumur akibat menghirup gas beracun.
 
“Anak saya (Edi Wihartoyo) yang masih berada di atas, ikut turun untuk menyelamatkan dua korban. Tidak lama kemudian, anak saya teriak minta tolong setelah itu tidak ada suaranya sama sekali,” tandas Karto.
 
Mengetahui kejadian itu, Karto kemudian meminta tolong kepada warga setempat. Tak lama berselang, ratusan warga dan anggota Polres Tegal dibantu Tim SAR serta anggota PMI berdatangan ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Proses evakuasi tiga korban ini memakan waktu sekitar 3 jam lebih. Selain masih mengandung gas beracun, kondisi sumur yang dalam, sempit dan gelap membuat petugas kesulitan mengevakuasi tubuh korban.
 
Proses evakuasi ini dilakukan dengan menggunakan tali yang dililitkan ke tubuh korban. Tiga jam setelah kejadian, tubuh Jahari berhasil diangkat ke atas disusul Edi Wihartoyo dan Sodikin dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Kondisi ini membuat keluarga korban yang sudah lama menunggu menangis histeris.

(Kastolani/Koran SI/teb)