DENPASAR – Produk tenun Indonesia perlu segera direvitalisasi agar bisa menjadi komoditas unggulan setelah batik.
Demikian disampaikan Ketua Cita Tenun Indonesia Okke Hatta Rajasa saat membuka pameran produk tenun Bali di Hotel Sanur Beach, Sanur, Bali, Selasa (23/2/2010). “Kita sudah punya kain batik dan songket yang diakui dunia. Sudah seharusnya tenun juga bisa mengikuti,” katanya.
Pameran atas kerjasama Cita Tenun Indonesia (CTI) dan Garuda Indonesia itu juga menampilkan peragaan busana dari kain tenun dan pemberian sertifikat kepada 33 perajin tenun Bali.
Okke menjelaskan, revitalisasi bisa diwujdukan melalui pemberdayaan para perajin kain tenun agar memiliki standar dan kualitas pasar dan industri dan menjadikannya sebagai indsutri yang menjanjikan di masa mendatang.
Dewan pengurus CTI Meutia Hatta Swasono menambahkan, pengembangan kerajinan tenun daerah sekaligus bisa menciptakan lapangan kerja, khususnya untuk kaum wanita.
Selain di Bali, kata Meutia, CTI juga mengadakan program pelatihan kepada perajin tenun di Ogan Ilir (Sumatera Selatan), Kampung Tenun Baduy (Banten), dan Sulawesi Tenggara.
Sedangkan Direktur Umum dan SDM Garuda Indonesia Achirina mengatakan, pihaknya sejak Februari 2009-Maret 2010 mendatang telah memberikan pelatihan dan pembinaan kepada pengrajin tenun Bali, terutama dari Klungkung dan Karangesem. “Kami harapkan program itu bisa berlanjut,” ujar dia.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.