JAKARTA - Menindaklanjuti hasil prakualifikasi dari para peserta tender (bidders) untuk proyek independent power producer (IPP) Jawa tengah yang selesai pada 16 November 2009, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) secara resmi meminta proposal (request for proposal/RFP) kepada bidders yang telah memenuhi syarat.
Seperti dikutip dari keterangan tertulis PLN, ada tujuh perusahaan yang dimintakan proposal oleh PLN. Yaitu China Shenhua Energy Company Limited, CNTIC-Guandong Yudean Consortium, GDF Suez-J Power Consortium, Korea Electric Power Company (KEPCO), Marubeni Corporation, Mitsubishi Corporation dan terakhir Mitsui-International Power Consortium.
Dokumen RFP dikumpulkan pada tanggal 1-10 Maret 2010. Dan tiap perusahaan tersebut akan dikenakan biaya sebesar USD5 ribu, dimana biaya tersebut tidak dapat dikembalikan.
Proyek IPP Jawa Tengah berada di daerah Pemalang, Jawa Tengah. Proyek ini akan menggunakan teknologi supercritical boiler atau ultra supercritical boiler yang akan menghasilkan listrik berkapasitas 2.000 mega watt (mw).
Untuk kontrak IPP-nya sendiri, perusahaan yang mendapatkannya nanti akan menandatangi Power Purchase Agreement dengan PLN untuk jangka waktu selama 25 tahun.
Perusahaan tersebut nantinya akan menangani pembangunan, masalah pendanaan, konstruksi dan pengoperasian dari proyek tersebut berdasarkan Build Own Operate Transfer (BOOT). Serta memfasilitasi pendanaan dan mengerjakan konstruksi transmisi untuk line dan substantion dengan daya 500 kilo volt (kv) yang merupakan fasilitas khusus ke jaringan PLN.
Proses lelang ini diperkirakan akan selesai pada Agustus 2010, dan diharapkan proyek IPP ini akan mulai bisa beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2014. (wdi)
(rhs)