BOGOR - Aksi penculikan terhadap anak anak terus terjadi, kali ini seoarang bocah berumur 3 tahun Muhamad Garen hilang saat berada di halaman rumahnya di Kampung Mandala, RT 3/10 Desa Ciparigi Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat kamis siang kemarin.
Anak bungsu dari empat saudara pasangan Yuri Kartika Basa (36), dan Leni Nurlaeni (34), diduga dibawa kabur orang saat berada di halaman rumahnya, bocah tersebut hilang saat memakai baju dan celana warna biru.
Menurut ibu bocah Leni, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 11.30 WIB kemarin, saat itu dirinya keluar ke halaman depan untuk mengambil jemuran pakaian karena turun hujan. Korban lalu menyusul ibunya. Saat ibunya memasukkan pakaian kedalam rumah, korban berlari ke rumah temannya Adit (3), rekannya yang bersebelahan dengan rumahnya.
Usai menyimpan pakaian, Leni mengatakan, dirinya langsung menuju dapur untuk mengambil makanan guna menyuapin anak bungsunya itu. Saat mengambil makanan itu, Leni mengaku, sempat mendengar teriakan anaknya yang minta tolong.
“Penasaran suara teriakan saya keluar. Tapi sudah tidak ada. Begitu saya tanya Adit, dijawab dibawa orang sambil menunjuk ke arah perginya Garen. Warga lalu berdatangan, karena saya teriak culik. Tetapi Garen sudah tidak diketahui lagi," kata Leni, Jumat (26/2/2010).
Sementara itu menurut ayah korban Yuri, saat dikonfirmasi mengaku, tidak memiliki musuh selama ini yang mungkin saja ingin mencelakakan keluarganya.
“Hidup kami lurus-lurus saja. Buat apa cari musuh, cari makan untuk istri anak saja sudah susah. Hingga saat ini kami keluarga menduga, Garen diculik orang," katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah membenarkan laporan dugaan penculikan bocah berusia tiga tahun tersebut. Pihaknya lanjut Irwansyah, akan mengumpulkan keterangan saksi dari kedua orangtua korban serta saksi lain, guna mengungkap motif hilangnya Garen.
“Sedang kami lakukan penyilidikan. Mudah-mudahan cepat ditemukan keberadaan Garen. Kepada orangtua, khususnya para ibu, agar hati-hati dalam menjaga buah hatinya. Terus lakukan pantauan setiap saat, karena pelaku kejahatan itu memanfaatkan situasi seperti itu guna melakukan tindakannya," kata dia.
(Endang Gunawan/Global/fit)