getting time...

Arus Balik, Antrean di Suramadu Capai 1 Km

Minggu, 28 Februari 2010 20:04 wib
Suramadu macet (Ilustrasi: Koran SI)
Suramadu macet (Ilustrasi: Koran SI)

BANGKALAN - Arus balik di akses tol jembatan Suramadu, tepatnya di Desa Sekarbungoh, Kecamatan Labang, Bangkalan terpantau macet. Akibatnya, antrean roda dua semakin petang semakin panjang, hingga mencapai satu kilometer.  
Padatnya kendaraan yang melintas, khususnya roda dua membuat petugas jasa tol jembatan Suramadu melakukan berbagai terobosan, untuk mengurai antrean panjang. Salah satunya dengan cara menambah loket tol, yakni dengan mengalihkan roda dua melewati gerbang tol roda empat.
 
Kepala shif patroli jembatan Suramadu, Manyuk Irwandanus menyatakan, kepadatan arus balik untuk kendaraan roda dua, mulai terlihat sejak siang tadi. Kemungkinan besar, para pengguna jasa tersebut adalah warga yang baru saja merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad di kampung halamannya masing-masing.
 
“Untuk peringatan Maulid, memang ada tradisi toron (mudik) bagi warga Madura. Nah, sekarang (hari ini) merupakan puncak arus balik, sehingga terlihat padat,” ujarnya, Minggu (28/2/2010).
 
Manyuk menjelaskan, antrean kendaraan motor sendiri, selain karena peringatan Maulid Nabi Muhammad, juga disebabkan oleh berakhirnya liburan panjang. Sehingga banyak warga yang kembali menuju Surabaya untuk menjalani aktivitas rutin. Diperkirakan, antrean akan berlangsung hingga malam hari.
 
Meski terjadi antrean, secara garis besar menurut Manyuk tidak ada kendala dan bisa teratasi secara maksimal. Itu dikarenakan adanya langkah taktis, yakni adanya penambahan petugas loket dan sekaligus gerbang tol untuk roda empat sementara beralih menjadi gerbang tol roda dua.
 
“Secara keseluruhan berjalan lancar, meski masih ada sedikit antrean. Paling tidak kenyamanan pelanggan tidak terabaikan,” terangnya.
 
Manyuk menambahkan, dibanding dengan hari-hari biasa, antrean kendaraan roda dua memang sedikit terasa. Beruntung, cuaca di sana mendukung, meski sempat diwarnai hujan gerimis.
 
“Untuk jalur menuju Surabaya memang sedikit padat, tapi masih dalam batas normal dan terkendali,” terangnya.
 
Sementara itu, salah satu pengguna jasa jembatan Suramadu, Syaiful, warga asal Desa/Kecamatan Labang, Bangkalan menyatakan, meski tergolong antre, tapi tidak terlalu lama. Bila dibandingkan dengan memakai jalur kapal, menurutnya lebih hemat lewat jembatan Suramadu.
 
“Dari sisi waktu dan biaya, jelas lebih hemat di sini. Meskipun antre, tidak sampai berjam-jam seperti kapal fery,” terangnya.

(Subairi/Koran SI/lsi)