SURABAYA - Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-32 di Makassar, Gerakan Penyelamat Nahdlatul Ulama (GPNU) berikan dukungan kepada Sholahudin Wahid untuk maju sebagai calon Ketua PBNU periode 2010-2015.
Ketua GPNU M Khoirul Rijal mengatakan, dipilihnya Gus Sholah sebagai kandidat Ketua Umum PBNU karena sosok Gus Sholah dianggap mampu membawa dan menjaga netralitas organisasi tersebut dalam kancah perpolitikan dalam negeri.
Tak hanya itu, Gus Sholah juga dianggap mampu membawa organisasi ini memiliki nilai tawar dalam menghadapi, sekaligus memberikan solusi terhadap problematika bangsa.
“Dukungan ini karena selama ini Gus Sholah juga konsisten menjaga netralitas NU dalam politik,” kata Khoirul kepada wartawan, Selasa (2/3/2010).
Dukungan GPNU Jatim terhadap Gus Sholah merupakan hasil keputusan para pengurus dan aktivis. Selain itu, juga hasil ijtihad pengurus terhadap upaya perjuangan yang selama ini dilakukan Gus Sholah dalam upaya membawa NU menjadi organisasi yang lebih maju dan profesional, serta menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian.
Ikatan antara Gus Sholah dengan GPNU sebenarnya bukan hal yang baru lagi. Saat pascamuktamar NU ke-31 di Asrama Haji Donohudan, Solo, pada 2004 lalu, GPNU bersama Gus Sholah bersama-sama berjuang mewujudkan rekonsialiasi kepengurusan NU, saat Gus Dur akan mendirikan NU tandingan.
Hal ini karena kekecewaanya akan hasil muktamar tersebut. Hasilnya, Gus Sholah bersama GPNU mampu mendamaikan konflik tersebut dan NU kembali bersatu tanpa harus ada deklarasi NU tandingan.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.