getting time...

Laporan Kekayaan Menteri

Helmy Faisal Paling Sedikit, Fadel Paling Banyak

Maria Ulfa Eleven Safa - Okezone
Jum'at, 5 Maret 2010 14:02 wib

JAKARTA - Selain Presiden dan Wakil Presiden, jumlah kekayaan beberapa menteri ikut diumumkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat (5/3/2010). Kekayaan Menteri Pembangunan daerah tertinggal (PDT) Helmy Faisal Zaini paling rendah dibanding menteri-menteri lainnya.

Total harta kekayaan Helmi per 18 Desember 2003 sebanyak Rp487 juta dan Per 20 Oktober 2009 Rp2,321 miliar dengan rincian sebagai berikut:

Harta tak bergerak Rp1,576 miliar, Harta bergerak Rp250 juta, Harta tak bergerak lainnya Rp70 juta, Giro dan setara dengan uang kas lainnya Rp425, dan Piutang serta utang nihil.

Sementara kekayaan menteri paling banyak adalah laporan harta kekayaan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Total kekayaan Fadel Per 30 November 2009 Rp119.800.000.000 + USD235.652 dengan perincian sebagai berikut:

Harta tak bergerak Rp43 miliar
Surat berharga Rp76 miliar
Hutang Rp1,64 miliar.

“Per 3 Juli 2006 saat saya menjabat sebagai Gubernur Gorontalo senilai Rp121,4 miliar, meliputi surat berharga Rp94 miliar, harta tak bergerak Rp25 miliar. Jadi memang terjadi kenaikan dari harta tidak bergerak, NJOP tapi surat berharga terjadi pengurangan karena banyak menjual saham,” ujarnya.

Sementara jumlah kekayaan menteri-menteri lainnya meliputi:

Menko Polhukam Joko Suyanto, total kekayaan per 31 Desember 2005 berjumlah Rp5.899.551.791 + USD33. 942, sementara Per 9 Desember 2009 berjumlah Rp17.217.559.614 + USD40.000, dengan rincian sebagai berikut:

Harta tidak bergerak Rp2.976.480.000
Harta tidak bergerak Rp1.400.000.000
Surat berharga dan obligasi Rp4 miliar
Giro 8.414.079.614 miliar + USD40.000

Mensesneg Sudi Silalahi, total harta kekayaan per 5 November 2004 Rp1.000.175.000 dan Per 24 Desember 2009 senilai Rp3.569.997.555 + USD13500, dengan rincian sebagai berikut:

Harta tidak bergerak Rp1.596.872
Harta bergerak seperti alat transportasi Rp515.000.000
Perkebunan, pertambangan, perhutanan, perikanan dan lain-lain nihil
Harta Rp95.334.000
Giro Rp1.362.771.555

Menteri Pertanian Suswono, total harta kekayaan Per 13 Oktober 2008 sebanyak Rp1.489.032.346 + USD4500 dan Per15 November 2009 senilai Rp1.953.601.214 + USD1.700, dengan rincian sebagai berikut:

Harta tidak bergerak, tanah dan bangunan Rp1.607.405.000
Harta bergerak seperti alat transportasi Rp121.000.000
Perkebunan, perhutanan, pertambangan dan lain-lainnya nihil
Harta lainnya 27.400.000
Giro Rp197.786.214 juta.

Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, total harta kekayaan Per 27 Oktober 2004 sebanuak Rp2.819.651.052 + USD40.000 dan Per 22 Oktober 2009 senilai Rp5.969.601.840 + USD9300, dengan rincian sebagai berikut:

Harta tak bergerak, tanah dan bangunan Rp3.821.728,244
Kendaraan Rp961.000.000.
Harta bergerak lainnya Rp55.000.000
Giro Rp1.632.902.146 + USD9300
Total harta Rp6.470.007.000. Hutang Rp501.098.600

Menakertrans Muhaimin Iskandar, total harta kekayaan Per 1 April 2001 senilai Rp1.616 miliar dan Per 30 November 2009 Rp6. 963 miliar, dengan rincian sebagai berikut:

Harta tak bergerak Rp4 miliar
Alat transportasi Rp2.2 miliar
Harta tak bergerak lainnya Rp17 juta
Giro dan valas Rp625.544.810.

Menteri Koperasi dan UKM Syarifudin Hasan, total harta kekayaan Per 25 Januari 2008 senilai Rp17.386 miliar dan Per 28 November 2009 sebanyak Rp17.544.464.408 + USD180 ribu, dengan rincian sebagai berikut:

Harta tak bergerak Rp10.676.996.000
Alat transportasi Rp500 juta
Harta tak bergerak lainnya Rp3.5 miliar
Surat berharga Rp2.6 miliar
Giro Rp739.690.645

Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto, total harta kekayaan Per 20 Oktober 2009 senilai Rp10.4 miliar + USD196ribu dan Per 27 Oktober 2005 Rp5.6 miliar + USD239 ribu dengan rincian sebagai berikut:

Harta tak bergerak Rp10.3 miliar
Transportasi Rp20 juta
Harta tak bergerak lainnya Rp97 juta
Giro Rp67 juta.

Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri, total harta kekayaan Per 7 Juli 2006 senilai Rp465.680.000 + USD8.000 dan Per 7 Desember 2009 sebanyak Rp6.692 miliar + USD8.000, dengan rincian sebagai berikut:

Harta tak bergerak Rp5.995 miliar
Transportasi Rp250 juta
Harta tak bergerak lainnya Rp347 juta
Giro dan kas Rp500.659.305
Hutang Rp400 juta.
(ded)