getting time...

Dituding Tukang Santet, Kakek Tewas Dibacok

Jum'at, 5 Maret 2010 03:05 wib

SUMENEP - Warga sekitar Dusun Regis, Manding, Sumenep, geger dengan penemuan mayat yang juga warga setempat. Saat ditemukan di ladang sekitar rumahnya, mayat dengan jenis kelamin laki-laki dan berumur tua tewas bersimbah darah.  
 
Identitas korban diketahui bernama Sahwani (80). Dia tewas penuh dengan luka bacok, kondisi kepala bagian depan belakang pecah, lengan kanan dan tangan kiri dipenuhi luka sayat. Di duga kuat, korban tewas dibacok dengan menggunakan senjata tajam.
 
Informasi yang diperoleh dari Kepala Desa (Kades) Manding Timur, Satmiko, korban pertama kali ditemukan tetangganya. Saat ditemukan di ladang jagung, korban sudah tewas dengan bersimbah darah.
“Kemungkinan besar baru saja dibunuh. Itu terlihat dari darah segar yang masih mengalir di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya, Kamis (4/3/2010).
 
Satmiko menjelaskan, hingga sejauh ini masih belum bisa dipastikan penyebab kematian korban yang sudah berumur tua tersebut. Hanya dari selentingan yang beredar, kemungkinan korban dibunuh akibat profesi yang ditudingkan yakni mempunyak ilmu hitam (santet).
 
Warga sekitar juga banyak yang tahu kalau korban mempunyai keahlian dalam hal ilmu hitam. Bahkan, mereka enggan melakukan komunikasi, kalau tidak terlalu penting dengan korban, karena takut tersinggung sehingga bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan.
 
“Isunya sih seperti itu (ilmu hitam), tapi kami tidak mau mendahului hasil penyidikan dari pihak kepolisian. Kini kasusnya sudah ditangani polisi,” ujarnya.
 
Sementara itu, Kapolsek Manding, AKP Bambang Adi Winarno menyatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti kasus pembunuhan tersebut. Beberapa petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk memasang garis polisi.
 
Soal motif dari pembunuhan, termasuk tudingan korban dibunuh karena memiliki ilmu hitam, menurutnya masih belum bisa dipastikan. Selain terlalu dini, dia menilai masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap beberapa saksi, yang sejauh ini masih dilakukan oleh tim penyidik.
 
“Kasusnya masih memasuki tahap penyidikan, sehingga belum diketahui secara pasti motifnya apa,” terangnya.
 

(Subairi/Koran SI/teb)