getting time...

6 Preman Kampung Bacok Penjaga Hotel

Jum'at, 5 Maret 2010 04:01 wib
Foto: Ranin Agung (Global TV)
Foto: Ranin Agung (Global TV)

BLORA - Karena tidak dikasih uang, enam preman kampung mengamuk dan membacok kepala seorang penjaga hotel di Blora, Jawa Tengah.  
 
Setelah melihat korbannya tak berdaya, keenam preman tersebut melarikan diri. Aparat kepolisian yang datang ke TKP langsung memeriksa saksi, sementara korban dilarikan ke RSUD Blora untuk mendapatkan perawatan.
 
Ngadi (30), penjaga Hotel Setia Jaya yang beralamat di Jalan Sukorejo Tunjungan, Blora, harus dilarikan ke rumah sakit karena sebelumnya duel dengan enam preman kampung dan mengalami luka bacok di kepalanya karena sabetan celurit.
 
Kejadian tersebut berlangsung cepat di depan hotel pada Kamis malam, (4/3/2010) sekira pukul 21.00 WIB. Sebelumnya, korban yang berada di halaman hotel didatangi enam preman kampung yang meminta uang kepada korban untuk beli miras. Namun, korban menjawab kalau uang sudah dibawa atasannya.
 
Preman yang tidak puas atas jawaban korban langsung mengeroyok korban dan memukulkan batu besar ke tubuh serta mengayunkan celurit ke arah kepala kiri korban. Mendengar suara gaduh di luar, teman korban yang berada di dalam hotel langsung berhamburan keluar menolong korban, melihat korbannya tidak berdaya, pelaku langsung kabur meninggalkan korban.
 
Aparat kepolisian yang datang ke TKP langsung mengamankan lokasi serta memintai keterangan para saksi, sementara barang bukti tindak kejahatan berupa sandal milik korban dan batu yang digunakan untuk menganiaya korban diamankan petugas ke Polsek Tunjungan.
 
Ngadi sendiri masih terbaring di RSUD Blora setelah diantar warga dengan menahan luka bacok di kepala bagian kiri karena sabetan celurit pelaku. Kepala korban harus dijahit sebanyak 30 jahitan.
 
Petugas yang menangani kasus ini masih melakukan penyidikan dengan meminta keterangan dari para saksi di lapangan. Dugaan sementara, korban mengenal para pelaku yang lari ke arah persawahan di depan hotel.
 

(Ranin Agung/RCTI/teb)