CIREBON – Sedikitnya 1.500 rumah di empat Desa, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon terendam banjir bandang setinggi 1,5 meter.
Berdasar pantauan hingga pukul 01.00 WIB, Jumat (5/3/2010), rumah yang terendam banjir berada di empat desa yakni, Mekar Sari, Gunung Sari, Ambit dan Desa Ciuyah, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. Air luapan dari sungai Ciberes terjadi sejak Kamis malam sekira pukul 20.00 WIB.
Sebagian besar warga yang berada di sepanjang sungai Ciberes terpaksa mengungsi ke desa tetangga. Pasalnya, mereka ketakutan jika air terus meninggi dan menenggelamkan rumah mereka. Warga yang berada dilokasi paling parah sudah terlihat mengungsi sejak pukul 23.00 WIB.
“Kami terpaksa mengungsi ke desa tetangga karena takut air terus naik. Banjir sekarang lebih parah dari bulan lalu, sekarang ketinggian air sudah mencapai hingga 1,5 meter,” tutur Masiroh (50), warga Blok Kliwon, Desa Mekar Sari.
Banjir Bandang ini, merupakan kiriman dari hulu sungai Cideres yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan. Kondisi serupa sempat terjadi pada Januari lalu, namun ketinggian air hanya sebatas satu meter.
Camat Waled, Kusdiono, saat dikonfirmasi di lokasi banjir mengaku, pihaknya belum berencana melakukan evakuasi masal. Namun, pemerintah setempat telah memberikan warning terhadap warga setempat agar tetap waspada.
“Sebagian warga yang berada dengan bantaran sungai sedikit-sedikit sudah mengungsi ke desa tetangga. Sejauh ini kami belum berencana melakukan evakuasi masal. Namun, jika air terus naik, tentu kami akan lakukan evakuasi masal,” tegas Kusdiono.
Dijelaskan Kusdiono, ketinggia air di tempat pengukuran sungai (Mercu) sudah menunjukan hingga 150 sentimeter diatas ambang normal. Dia mengaku, kejadian banjir bandang ini merupakan peristiwa terparah pada musih hujan tahun 2009-2010 ini.
(Tantan Sulton Bukhawan/Koran SI/teb)