TEGAL - Aksi damai puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Mapolresta Tegal, berlangsung ricuh. Aparat menyambut kedatangan mahasiswa dengan dua ekor anjing.
Aktivis HMI ini semula bermaksud menemui Kapolresta Tegal AKBP Ahmad Husni untuk menyampaikan pernyataan sikap terkait penyerangan polisi terhadap Sekretariat HMI Cabang Makassar.
Namun, dua ekor anjing yang dibawa polisi membuat mahasiswa tersinggung dan marah. Mereka kemudian bergerak menuju jalan pantura untuk memblokade jalan transnasional yang berada tepat di sisi utara Mapolresta.
Upaya blokade jalan transnasional tepatnya di Jalan Raya Yos Sudarso ini berlangsung selama 15 menit. Massa memblokade jalan dengan membuat barisan di sepanjang jalan. Mereka juga duduk-duduk di tengah jalan sambil meneriakkan yel-yel mengecam kebrutalan aparat terhadap mahasiswa.
Akibatnya, arus lalu lintas di jalan pantura tersendat. Sejumlah petugas berusaha mendorong barisan mahasiswa keluar dari badan jalan untuk memberikan ruang bagi pengguna jalan. Namun, upaya ini ditentang hingga terjadi aksi saling dorong antara petugas dan mahasiswa.
“Kami tutup jalan pantura karena kecewa dengan ulah aparat. Kami datang ke sini (Polresta) dengan maksud baik, tapi disambut dengan anjing. Ini sama saja dengan pelecehan,” kata Ketua HMI Cabang Tegal, Didi Kusaeri, Jumat (5/3/2010).
Dia mengatakan, aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas tragedi yang menimpa teman-teman HMI Cabang Makassar.
“Tindakan penyerangan polisi ke Sekretariat HMI Cabang Makassar merupakan bentuk tindakan represif dan pembungkaman demokrasi. Polisi seharusnya menjadi mitra dan pengayom masyarakat, bukan menindas masyarakat,” tandasnya.
(Kastolani/Koran SI/ton)