Pengamat: Teroris Aceh, Kelompok Noordin M Top

Ferdinan - Okezone
Minggu, 21 Maret 2010 21:12 wib
Penggrebekan rumah persembunyian teroris (Dok. Okezone)
Penggrebekan rumah persembunyian teroris (Dok. Okezone)

JAKARTA - Kepolisian RI (Polri) mengepung kelompok teroris di Aceh. Pengamat terorisme Al Chaidar meyakini teroris Aceh merupakan bagian dari kelompok Noordin M Top.

"Ini masuk dalam kelompok Noordin, karena dia memberi nama Tandzim Al Qoidah Indonesia dan sekarang menjadi Tandzim Al Qoidah Indonesia Serambi Makkah," kata Al Chaidar melalui sambungan telepon dengan okezone, Sabtu (6/3/2010).

Chaidar menjelaskan kelompok teroris ini masuk ke Aceh sekira tahun 2005. Kala itu, mereka datang dalam tiga kelompok. "Tahun 2005, jumlahnya sekira 60 orang, kalau sekarang 100 orang, mereka tidak punya banyak pengikut," sambungnya.

Kedatangan kelompok ini ke Aceh, kata Chaidar untuk memperluas daerah operasional. Kelompok ini juga berada di Banten, Cilacap, Riau, Palembang, dan Kalimantan. "Meski kekuatan kecil tapi sangat berbahaya," ujarnya.

Kelompok teroris Aceh, tambah Chaidar, mendapat pelatihan dari kelompok separatis Moro di Mindanao, Filipina. Kelompok ini juga biasa membeli senjata di pasar gelap di Thailand.

Dalam pengepungan di Desa Kambeu, Kecamatan Lamteuba, Aceh Besar, Datasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil mengamankan 14 tersangka. Dua lainnya tewas dalam pengepungan. Di pihak Polri, tiga anggota Densus Antiteror 88 yakni, Brigadir Dua Darmansyah, Brigadir Dua Hendrik Kusumo, dan Brigadir Satu Boas Maosiri gugur saat melaksanakan tugas. (frd)



(hri)

  • Mafatihul Abrar » 0 Tanggapan
    Praduga yang dikeluarkan pengamat seperti Chaidar, menunjukkan bahwa ia tidak memiliki qualitas yang cukup sebagai PENGAMAT.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mimien manson » 0 Tanggapan
    Teroris adalah sekumpulan orang2 tersesat dalam agama. Menurut saya itu bukan jihad. Didalam ISLAM. Tidak ada ayat yang menganjurkkan ummatnya untuk melakukan tindakan yang melanggar hak asasi. apalagi melakukan tindakan keji. Berantas TERORIS
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Mafatihul Abrar » 0 Tanggapan
    Al Chaidar rupanya dukun, karena meramal berdasarkan keyakinan, tanpa dukungan data ilmiah.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Mafatihul Abrar » 0 Tanggapan
    Kalau diketahui jumlah dan waktu kedatangan, tahu tempat mereka belanja senjata gelap, mengapa tak disergap saat itu ?
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.