JAKARTA - Kepolisian RI (Polri) mengepung kelompok teroris di Aceh. Pengamat terorisme Al Chaidar meyakini teroris Aceh merupakan bagian dari kelompok Noordin M Top.
"Ini masuk dalam kelompok Noordin, karena dia memberi nama Tandzim Al Qoidah Indonesia dan sekarang menjadi Tandzim Al Qoidah Indonesia Serambi Makkah," kata Al Chaidar melalui sambungan telepon dengan okezone, Sabtu (6/3/2010).
Chaidar menjelaskan kelompok teroris ini masuk ke Aceh sekira tahun 2005. Kala itu, mereka datang dalam tiga kelompok. "Tahun 2005, jumlahnya sekira 60 orang, kalau sekarang 100 orang, mereka tidak punya banyak pengikut," sambungnya.
Kedatangan kelompok ini ke Aceh, kata Chaidar untuk memperluas daerah operasional. Kelompok ini juga berada di Banten, Cilacap, Riau, Palembang, dan Kalimantan. "Meski kekuatan kecil tapi sangat berbahaya," ujarnya.
Kelompok teroris Aceh, tambah Chaidar, mendapat pelatihan dari kelompok separatis Moro di Mindanao, Filipina. Kelompok ini juga biasa membeli senjata di pasar gelap di Thailand.
Dalam pengepungan di Desa Kambeu, Kecamatan Lamteuba, Aceh Besar, Datasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil mengamankan 14 tersangka. Dua lainnya tewas dalam pengepungan. Di pihak Polri, tiga anggota Densus Antiteror 88 yakni, Brigadir Dua Darmansyah, Brigadir Dua Hendrik Kusumo, dan Brigadir Satu Boas Maosiri gugur saat melaksanakan tugas. (frd)
(hri)