Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banjir Rendam Sawah di Bandung, Kerugian Rp2,6 M

Gin Gin Tigin Ginulur , Jurnalis-Sabtu, 06 Maret 2010 |15:19 WIB
Banjir Rendam Sawah di Bandung, Kerugian Rp2,6 M
Banjir di Baleendah, Kabupaten Bandung. (Foto: Gin Gin Tigin Ginulur/okezone)
A
A
A

BANDUNG - Banjir di Kabupaten Bandung selama hampir 2 bulan membuat lahan pertanian seluas 754 hektare terendam dan gagal panen. Kerugian diperkirakan mencapai Rp2,639 miliar.  
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan
(Disperhutbun) Kabupaten Bandung hingga 23 Februari, tercatat sekira
754 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bandung dipastikan puso atau gagal panen.
 
“Kalau dilihat dari umur tanamannya, rata-rata diperkirakan Rp3,5 juta per hektare. Dengan luas lahan yang puso mencapai 754 hektare, jumlahnya pasti besar,” ujar Kepala Disperhutbun Kabupaten Bandung, A Tisna Umaran, Sabtu (6/3/2010).
 
Terkait kerugian tersebut, pihaknya meminta bantuan ke pemerintah pusat agar memberikan bibit pengganti. Permintaan pun mendapat respons dan sudah dilakukan pengecekan serta klarifikasi ke lapangan.
 
“Insya Allah mereka yang rugi akan diganti bibitnya. Karena dari departemen pun sudah kita bawa ke Baleendah dan Rancaekek (sebagai lokasi terparah puso). Sekarang masih dalam proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera turun bantuannya,” jelas Tisna.
 
Dia menambahkan, pemberian bibit rencananya akan dilakukan saat musim tanam tiba. Sebab, tidak menutup kemungkinan banjir masih akan terjadi, sehingga dikhawatirkan bibit yang diberikan akan sia-sia dan terancam puso kembali.
 
“Musim tanam padi biasanya dilakukan pada April hingga September.
Prosesnya melalui pemetaan wilayah. Kami akan meminta kecamatan untuk mengklarifikasi daerah mana saja yang mengalami puso serta berapa jumlahnya,” kata Tisna.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement