Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerataan Guru Terganjal Otoda

Neneng Zubaidah , Jurnalis-Minggu, 07 Maret 2010 |23:27 WIB
Pemerataan Guru Terganjal Otoda
A
A
A

JAKARTA - Jumlah guru yang tidak merata antar kota dan daerah sulit diatasi karena adanya otonomi daerah.

Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidika (PMPTK) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Baedhowi mengatakan, Kemendiknas sebenarnya sudah mengajukan usulan penambahan guru ke pemerintah daerah yang kekurangan.

Namun ada juga pemerintah daerah yang langsung mengajukan permintaan ke pusat. Baedhowi menjelaskan, kalau daerah yang meminta maka proses penempatan guru ke daerah akan lebih mudah dan langsung difasilitasi. Sementara jika atas usulan Kemendiknas agak rumit karena ada saja daerah yang melakukan penolakan.

“Padahal kita sudah mencari guru dari propinsi lain untuk ditempatkan di daerah yang kekurangan,” katanya, Minggu (7/3/2010).

Akhirnya harus ada kesepakatan terlebih dulu dengan pemerintah daerah.
Karena, tambahnya, di era otonomi daerah seperti ini Kemendiknas tidak dapat melakukan apapun untuk menempatkan guru tanpa persetujuan pemerintah daerah. Kalau dipaksakan, jelasnya, maka guru yang diperbantukan akan kabur kembali ke daerah asal karena tidak nyaman.

Baedhowi mengungkapkan, ada penumpukan guru di sekolah-sekolah tertentu dan kekurangan guru di sekolah-sekolah yang lainnya. Dia menyebutkan, rasio guru murid untuk SD 1:19, SMP 1:17, SMA 1:14, dan SMK 1:23. Sekolah-sekolah yang jumlah gurunya belum merata, kata dia, terjadi di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) untuk guru mata pelajaran.

"Tetapi yang kurang itu banyak di sekolah dasar terutama di daerah pinggiran," katanya.

Untuk pemerataan ini, ucapnya, Kemendiknas melakukan dua  program yakni program pemerataan dan penataan. Pasalnya, problema didaerah ada yang kelebihan guru akan tetapi keterbatasan jumlah guru belum teratasi juga. Ini terjadi karena walaupun jumlah guru melimpah namun guru mata pelajaran masih kurang.

“Sehingga harus ada strategi penempataan dan penataan sehingga kita mendapat guru yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan,” tuturnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement