JAKARTA - Bentrokan antara mahasiswa dengan polisi di Makassar menyisakan pekerjaan rumah bagi Densus 88 Antiteror, karena salah satu personelnya diduga kuat terlibat dalam aksi penyerangan sekretariat HMI.
Tindakan oknum yang diidentifikasi sebagai Aipda Sutriman dinilai telah keluar dari koridor utama tupoksi personel Densus 88. Yaitu menangani kasus-kasus terorisme di Tanah Air.
“Ini kan suatu tindakan yang sangat memalukan, kita berharap teman-teman Densus 88 bisa menjaga diri demi menjaga citra Densus 88 dan Polri,” ujar Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada okezone di Jakarta, Senin (8/3/2010).
Aipda Sutriman bersama tiga polisi lain, yaitu AKP Eli Yasar, Aiptu Kanafi, Briptu Sardi telah ditahan dan dimintai keterangan atas dugaan penganiayaan aktivis HMI serta perusakan sekretariat HMI Makassar. Informasi terakhir, Aipda Sutriman dan Briptu Sardi telah ditetapkan sebagai tersangka.
Neta menegaskan, setiap anggota Polri memang dapat melakukan seluruh tugas dan fungsi sebagai aparat. Namun korps berbaju cokelat itu sendiri telah menyepakati adanya pembagian tugas yang jelas antar satuan. “Ada baiknya mereka menjaga itu,” ujarnya.
Tujuannya agar keberadaan Densus 88 Antiteror sebagai pasukan elite Polri tetap terjaga dan dihormati masyarakat. “Bila terlibat menangani kasus lain, apalagi remeh temeh, maka akan mudah dicerca masyarakat,” ungkapnya.
Sorotan terhadap satuan Densus 88 juga menyeruak karena beberapa waktu lalu, sejumlah personelnya ditugaskan untuk menangkap lima buronan kasus penipuan di Jakarta Utara. Penggerebekan ini sempat memunculkan dugaan bahwa para buronan merupakan target operasi kasus terorisme.
Belakangan diketahui, lima orang yang ditangkap merupakan buron kasus penipuan Polda Sumatera Utara. Dalam penjelasannya, Mabes Polri menyatakan kapasitasnya hanya dimintai bantuan oleh Polda Sumatera Utara.
Saat itu di Mabes Polri hanya ada personel Densus 88 yang siaga, sehingga akhirnya dikirim untuk membantu menangkap para buronan di sebuah rumah kos di RT 02 RW 06 Rawa Sengon, Tanah Merah, Jakarta Utara.
“Untuk itu kita berharap Mabes Polri, dengan kasus Makassar ini mengingatkan atau menegur pimpinan Densus agar lebih bisa mengendalikan anak buahnya,” pungkas Neta.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.