JAKARTA - Keprihatinan terkait bentrokan antara polisi dan mahasiswa di beberapa wilayah di Indonesia disuarakan Marzuki Alie.
Alumni HMI ini menyatakan demo-demo yang seringkali berujung pada anarkisme, ditengarai merupakan hasil provokasi. Namun tidak tertutup kemungkinan kericuhan disebabkan dari pihak pendemo sendiri.
“Saya mengimbau siapa pun yang berdemo harus bisa mengendalikan diri. Demo anarkis bisa memicu yang tidak terlibat kena sasaran, seperti dampak di Makassar, beberapa waktu lalu. Kita melihat polisi dilempari bom molotov. Demo yang sangat anarkis membuat polisi tidak berdaya, padahal mereka pihak yang menjaga keamanan dan harus dihormati,” tutur Marzuki kepada wartawan di ruang kerjanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/3/2010).
Marzuki juga mengajak komponen HMI, menahan saat berdemo dan menyampaikan asiprasi sebaik-baiknya.
“Jika demo berjalan dengan kondusif, aspirasi dapat direspons dengan baik. Sebaiknya hal-hal seperti itu diselesaikan dengan kepala dingin atau berdiskusi. Jangan dibesar-besarkan,” tutur Ketua DPR ini.
Di samping itu, lanjutnya, kepolisian harus mengupayakan cara untuk menghindari bentrokan.
“Hendaknya kepolisian menyiasati agar tidak ada benturan dan diingatkan betul kepada anggota polisi bahwa reaksi yang berlebihan akan memicu demonstran lebih anarkis,” tambah politisi Partai Demokrat ini.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.