Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Megawati: Pemerintah Keruk Kekayaan Freeport

Thomas Joko , Jurnalis-Senin, 08 Maret 2010 |17:08 WIB
Megawati: Pemerintah Keruk Kekayaan Freeport
A
A
A

SEMARANG - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri mengatakan, pemerintah terlalu sibuk ribut tentang Freeport hingga lupa keselamatan jiwa warganya.  
 
"Pemerintah seharusnya tahu bagaimana tambang itu harus diproduksi sebanyak apa. Tapi mereka hanya memikirkan bagaimana mengeruk kekayaan Indonesia melalui pertambangan," tandas Megawati dalam pidato pembukaan Konferensi Daerah DPD PDI Perjuangan di Panti Marhaenis Semarang, Senin (8/3/2010).
 
Akibatnya, menurut Megawati, pemerintah tidak pernah membayangkan dampak apa yang akan terjadi di Freeport. Saat ini luasan daerah pertambangan tak terkontrol. Dan itu membuat Mega khawatir.
 
"Pemerintah tak berpikir. Mereka hanya ribut mengenai Freeport. Sampai tidak membayangkan dampak yang akan terjadi di Freeport. Jika suatu saat terjadi gempa disana, akan terjadi seperti apa? Semakin lama saya makin khawatir," terangnya.
 
Dilain sisi, Mega juga menyoroti ACFTA. Dia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh anti ACFTA. "Tidak berarti kita harus anti ACFTA. Itu pasti akan terjadi. Dan ACFTA adalah gejala dunia," tandas Megawati.
 
Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana ada usaha untuk mengantisipasi agar Indonesia mampu bersaing. “Sebenarnya 5 tahun yang lalu, mulai dapat diantisipasi. Ya dengan cara membangkitkan produk-produk dan potensi-potensi dalam negeri. Dengan demikian kita bisa memilih apa saja yang bisa mereka datangkan ke Indonesia," paparnya.
 
Mega menambahkan sebenarnya kekayaan Indonesia luar biasa untuk bisa bersaing dalam ACFTA. Namun selama ini manajemennya tidak maksimal.

(TB Ardi Januar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement