JAKARTA - Penempatan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia oleh lembaga Political & Economic Risk Cosultancy (PERC) akan dijadikan masukan oleh pemerintah. Pemerintah berharap peringkat Indonesia terus membaik ke depan.
Berkaitan dengan itu, Juru bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat mengatakan, saat ini pemerintah fokus untuk melakukan reformasi birokrasi dan pemberantasan mafia hukum.
”Itu menjadi prioritas utama kita. Survei ini adalah masukan berharga," kata Yopie kepada wartawan di kantor wakil presiden, Selasa (9/3/2010).
Dalam survei PERC yang berbasis di Hongkong, Indonesia dianggap sebagai negara paling korup dari 16 negara Asia Pasifik yang menajdi tujuan investasi.
Dalam survei tersebut, indeks korupsi Indonesia mencapai 9,07 dari skala 10 yang ditetapkan survei. Angka ini menjadi kekhawatiran tersendiri karena nilainya lebih besar dari penilaian tahun 2009 lalu, yakni pada angka 8,32.
Survei tersebut menunjukkan Indonesia lebih buruk dibandingkan Filipina yang dikenal sebagai negara sangat korup. Negara yang kini dipimpin Gloria Arroyo tersebut berada di peringkat keempat. Di bawah Indonesia terdapat Kamboja, kemudian menyusul Vietnam, Filipina, Thailand, India, China, Taiwan, Korea Selatan, Makau, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Hong Kong, dan Australia.
Singapura yang memang dikenal memiliki birokrasi yang sangat tegas dan bersih masih berada di jajaran teratas dalam negara terbersih dari korupsi.
(teb)