BOJONEGORO – Nahas dialami Siswanto (28), pemuda Dusun Blanggang Desa/Kecamatan Keduang Adem, Bojonegoro.
Hanya gara-gara tak direstui menikah, dia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kejadian itu pertama kali diketahui Sulaiman (57), yang tak lain orangtua korban. Siswanto ditemukan tergantung di dalam kamarnya dengan kondisi lehernya terjerat tali plastik warna kuning, Selasa (9/3/2010).
Saat itu, Sulaiman baru saja pulang dari menengok padi di sawah. Sesampai di rumah, ayah korban ini tidak melihat anaknya yang biasanya menyambutnya. Bahkan beberapa kali dipanggil, tidak ada suara balasan dari korban.
Sulaiman pun lalu mencarinya dan memaksa masuk ke dalam kamar. Dia sangat kaget melihat anak satu-satunya tergantung di kayu atap rumahnya.
Sulaeman pun langsung menjerit minta tolong. Beberapa saat kemudian, tetangga berdatangan. Warga lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat.
Kapolsek AKP Suyono mengatakan, korban dinyatakan murni gantung diri karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan. “Motif kejadian tersebut masih didalami oleh anggota,” terangnya.
Tapi, dari keterangan sejumlah saksi keluarga, tiga bulan terakhir ini korban sempat bekerja sebagai kuli bangunan di Jakarta. Tapi karena tidak kerasan, ia lantas kembali ke kampung. Tapi, meski pengangguran, ia beberapa kali minta izin menikah. Tapi keinginan itu tidak mendapat restu dari orangtua.
Diduga penolakan dari orangtuanya itulah yang membuat korban putus asa dan nekat mengakhiri hidupnya. Setelah dilakukan visum, jasad korban lalu diserahkan kepada orangtuanya untuk dimakamkan.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.