JAKARTA - Seorang pengamen di Jakarta Timur bernama Ari Susanto tewas tercebur di BKT. Dia menceburkan diri ke BKT karena ada pengejaran Satpol PP.
Kepala Satpol PP Jakarta Timur Tiarsa Surbakti mengakui adanya kegaiatan penertiban pada hari itu. "Namun tidak ada pengejaran apalagi sampai membiarkan anak itu tenggelam," kata Tiarsa saat dikonfirmasi, Rabu (10/3/2010).
Dia membenarkan adanya beberapa anak pengamen dan pedagang asongan yang berlari ke berbagai penjuru arah.
Saat itu penertiban yang dipimpin oleh Komandan Pleton Buyung hanya menangkap seorang pengamen bernama Ncek.
"Kami rencananya akan tetap membantu meringankan keluarga korban," ungkap Surbakti. Biaya santunan Rp 5 juta tersebut menurutnya sebagai rasa kemanusiaan saja bukan karena merasa bersalah.
Surbakti menyatakan dalam hal pihaknya tidak mau dipersalahkan. Menurutnya petugas tidak mengininkan anak-anak itu sampai menyeburkan diri ke BKT.
Seorang remaja tewas tercebur ke Banjir Kanal Timur (BKT) di Jalan RR Soekanto, Duren Sawit, Jakarta Timur. Jasadnya ditemukan mengambang pada Rabu (10/3/2010), pagi.
Korban Ari Susanto (17), pada Selasa 9 Maret kemarin tercebur setelah dikejar oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Ari merupakan warga Jalan Benda Jaya RT 3 RW 12, Jakarta Timur.
(Isfari Hikmat/Koran SI/ahm)