DULMATIN dipastikan tewas dalam penggerebekan di ruko Multiplus, Pamulang. Awalnya polisi melakukan serangkaian perburuan teroris di Serambi Makkah. Konon, ada kaitan antara teroris di Aceh dengan teroris di Pamulang.
Kini, berdasarkan test DNA, Dulmatin yang nyawanya dihargai USD10 juta oleh pemerintah Amerika Serikat, benar-benar dinyatakan tewas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengumumkan pertama kali di Australia, langsung mendapat standing applaus dari audien.
Tentu saja, perburuan polisi terhadap para teroris patut diberikan apresiasi. Polisi telah berhasil menewaskan sejumlah gembong teroris seperti Dr Azahari, Noordin M Top, dan yang sekarang Dulmatin. Kerja keras polisi untuk mengungkap sel-sel teroris yang rumit membuahkan hasil.
Sudahkan selesai tugas pemberantasan terorisme? Tentu saja belum. Mesti ada silang sengkarut mengenai definisi terorisme, termasuk ada yang tidak sependapat dengan istilah terorisme karena dianggap sebagai stigma barat, tapi setidaknya kita semua melihat bahwa aksi-aksi sekelompok orang ini banyak mencederai orang-orang yang tidak bersalah.
Karenanya, selain digelar operasi pemberantasan terorisme baik oleh Polri maupun TNI, sudah sepantasnya diimbangi dengan operasi dalam memerangi ideologi. Caranya? salah satunya adalah melibatkan Departemen Agama, MUI, ormas Islam, maupun ormas keagamaan lain agar menangkal doktrin kekerasan berbaju agama.
Persoalan terorisme bukan menjadi urusan doktrin agama Islam an sich. Agama lainnya juga pantas untuk menangkal berkembangnya doktrin kekerasan berbau agama ini. Ormas keagamaan harus turun ke bawah, memberikan pengertian ke umat dan meluruskan berbagai pemahaman yang mengilhami orang berbuat kekerasan.
Hal itu juga belum cukup. Sudah sepantasnya jika masyarakat juga terlibat aktif untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan. Fungsi Babinsa, RT, RW, Kelurahan, Polsek, Koramil, bisa kembali diaktifkan. Keberadaan aparat negara bukan untuk mengintimidasi warga seperti halnya masa Orde Baru, tapi lebih untuk menciptakan ketenangan dan keamanan bersama.
Aparat negara, tokoh agama, dan warga masyarakat sudah sepantasnya bahu membahu. Dengan jalan itu, deteksi dini terhadap berbagai kegiatan berbau terorisme akan mudah terendus. Jangan lagi, aksi-aksi anarkisme berbau agama ini menelan korban jiwa dari orang-orang yang tak bersalah di sekeliling kita. Stop terorisme!
(mbs)