getting time...

Ryamizard Ryacudu Sindir Pidato SBY di Canberra

Kamis, 11 Maret 2010 15:13 wib
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan pidato di depan parlemen Australia beberapa waktu lalu. (Foto: daylife.com)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan pidato di depan parlemen Australia beberapa waktu lalu. (Foto: daylife.com)

JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu mengkritisi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan Parlemen Australia terkait keberhasilan penanganan terorisme di Indonesia.

"Sebaiknya pernyataan atau pidato keberhasilan menumpas kelompok teroris dilakukan di dalam negeri, sebelum disampaoikan di negara lain," kata Ryamizard di sela-sela seminar nasional di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (11/3/2010).

Lebih lanjut Ryamizard mengatakan dalam penanganan aksi terorisme, sebaiknya juga dilakukan bersama-sama dengan melibatkan semua unsur negara, termasuk masyarakat.

Karena selama ini penanganan terorisme masih dilakukan oleh kelompok tertentu saja. Sehingga muncul kelompok yang merasa dirinya terbaik.

Begitu pula dengan penanganan masalah bangsa lainnya seperti bencana alam, terorisme, hingga masalah skandal Bank Century harus dilakukan secara bersama-sama, jangan hanya satu kelompok saja.

"Sebab yang memiliki bangsa ini adalah rakyat," tegasnya.

Seperti diketahui Presiden dalam pidatonya di depan parlemen Australia di Canberra, dengan jelas mengatakan kesuksesan Polri dalam penanganan terorisme. Hal ini disinyalir membuat unsur pertahanan merasa tidak diperlukan. Padahal masalah terorisme merupakan permasalahan bangsa.

Polri sendiri sebelumnya, mengatakan tidak memerlukan bantuan TNI untuk menangani aksi terorisme. Di TNI memiliki banyak satuan tugas (satgas) antiteroris yang belum dimanfaatkan oleh negara.
(Sukmo Wibowo/Trijaya/hri)

  • andri » 0 Tanggapan
    bagusnya sih teroris ditangani tni karena mengancam keamanan negara, dan para koruptor ditangani polri karena menyangkut pembunuhan hak-hak jutaan rakyat indonesia, dan penerapan hukumnya sama tembak mati biar adil, gitu aja kok lelet amat sih mikirnya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rix » 0 Tanggapan
    yah klo udah di cap jelek...sebaik apapun usahanya pasti di anggap jelek...janganlah kita sampai dibutakan fanatik yang berlebihan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wahyudiono » 0 Tanggapan
    saya setuju sekali tu pak, Biar tidak ada yang merasa super power nanti ditakutkan jadi sombong
    Beri Tanggapan Laporkan
  • fitri » 0 Tanggapan
    Selamat ya Pak SBY yg mndptkan Penghargaan sahabt sejati australia.ketauan kan Dunia mengakui!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mohammad varizal » 0 Tanggapan
    ijin jendral..... bukannya selama masalah ini menyangkut keamanan dalam negri cukup polri saja yang menghadapi,,,,,, dan bila akhirnya nanti Polri tidak sanggup tentunya Polri tidak akan segan meminta bantuan kepada Instansi Keamanan Lainnya. toh selama ini Polri Secara umum dan densus 88 secara khusus telah berbuat semaksimal mungkin untuk menjaga keamanan dalam negri. sekian dan terima kasih
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.