getting time...

Agung Laksono: Sri Mulyani Diboikot? Ngeri Sekali

Taufik Hidayat - Okezone
Kamis, 11 Maret 2010 17:31 wib
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono

JAKARTA - Usulan pemboikotan terhadap Menteri Keuangan, Sri Mulyani oleh Dewan Perwakilan Rakyat tidak perlu diteruskan. Karena, persoalan Sri Mulyani sudah masuk ranah hukum.

"Ini masalah rakyat dan yang akan menjadi korban juga rakyat juga. Ini masalah hukum dan harus dijelaskan, apalagi muncul istilah pemboikotan, ngeri sekali," ujar Menko Kesra, Agung Laksono usai mengikuti rapat penanggulangan kemiskinan di Istana Wapres, Kamis (11/3/2010).

Pemerintah, sambung politisi dari Partai Golkar itu, tidak mengharapkan kejadian ini berlanjut. "Ini penjelasan RAPBN,  harus disadari jangan sampai yang dikorbankan rakyat," imbuhnya.

Langkah boikot ini disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo. Dia meminta agar nama-nama yang disebut karena diduga bersalah dalam kasus Bank Century, seperti Sri Mulyani, tidak diundang dalam berbagai forum DPR.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta kepada para legislator untuk tidak mencampuradukkan antara hasil sidang paripurna kasus Bank Century dengan rencana penyerahan draft RAPBN-P 2010 ke Badan Anggaran DPR RI.

Dirinya berharap agar para wakil partai politik di DPR tidak melakukan boikot terhadap dirinya dengan tidak menyetujui rancangan APBN Perubahan tahun 2010 yang diajukan pemerintah. Menurutnya, jika DPR tidak menyetujui usulan pemerintah dalam RAPBN-P 2010 maka dikhawatirkan akan mengganggu sejumlah program pemerintah.(bul)

(hri)

  • karta » 0 Tanggapan
    yg membaikot adalah preman dan tidak beriman.belajarlah jujur dan ikhlas.............untuk negeri ini,jangan sampai nanti di sentil sama Allah SWT.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • masyarakat » 0 Tanggapan
    dpr sudah bukan tk lagi tapi palygroup. mereka hanya mikir kekuasaan, tidak mikirin rakyat.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • amancik » 0 Tanggapan
    Saya yakin orang selevel Srimulyani tidak butuh jabatan menteri,Buk Sri Mulyani hanya mengabdi utk bangsa dan negara.Beliau adalah aset bangsa.Jadi DPR jgn bikin gara2.Rakyak yg sekarang diam bisa saja ngamuk utk menswifing anggota DPR dan para PENDEMO yang bikin susah rakyat. Inga..Inga....!!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • idris » 0 Tanggapan
    betul-betul menjijikkan...yang katanya anggota dewan terhormat, apanya yang terhormat.. anda-anda telah merekomendasikan bahwa kasus century dibawa keranah hukum.. ya udah anda tinggal menunggu apa kelanjutannya dari proses hukum tersebut, jadi tolong pisahkan antara ranah politik dengan ranah hukum, nah sekarang anda ingin boikot menkeu, inikan ranahnya politik. sekalilagi betulmenjijikkan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Pemerhati Bangsa » 0 Tanggapan
    Sunggun keterlaluan sikap para anggota dewan yang dibilang terhormat, ternyata SANGAT TIDAK TERHORMAT.... Tidak bisa bersikap bijaksana dan dewasa... jangan salahkan pemerinah kalau di tahun ini indonesia terpuruk. Seperti anak kecil saja yang penuh dendam. Wahai Anggota Dewan yang Terhormat, Katanya memperhatikan nasib Rakyat, Mana Buktinya...?
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.