Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pelajar SMK Ditangkap Setelah 13 Kali Menjambret

Okky F Suryatama , Jurnalis-Kamis, 11 Maret 2010 |03:12 WIB
Pelajar SMK Ditangkap Setelah 13 Kali Menjambret
Ilustrasi (Foto: kabarnet.wordpress)
A
A
A

SUYABAYA - Seorang pelajar SMK Kelas II di Surabaya ditangkap polisi karena melakukan sudah 13 aksi menjambret. Alasannya dia tidak pernah diberi uang saku oleh orangtuanya.

“Saat beraksi, Satrio berperan sebagai joki motor, sedangkan Fani sebagai eksekutor yang menjambret tas korban. Sasaran kedua pelaku ini adalah perempuan yang membawa tas,” kata Kapolres Surabaya Selatan, AKBP Bahagia Dachi di Mapolsek Tegalsari, Jalan Tegalsari Surabaya, Rabu (10/3/2010).

Dachi memaparkan, tersangka penjambretan ini bernama Fani Maulana Malik Ibrahim (18), dalam aksinya, Fani tidak sendiri, pemuda bertubuh kurus ini bersama Satrio Ardi Saputra (24), yang merupakan tetangganya di Jagir Wonokromo.

Korban terakhir mereka adalah Siti Fatimah (30), warga Tambak Gringsing Baru, Surabaya. Peristiwa penjambretan terjadi sekira pukul 20.00 WIB di jalan Urip Sumoharjo. Waktu itu korban mengendarai motor seorang diri.

“Saat melintas di Jalan Urip Sumohardjo tepatnya di depan Toko Arlisah, kedua pelaku yang mengendarai motor Honda Supra X L 4115 KC ini memepet korban. Setelah itu Fani langsung merampas tas korban,” ungkapnya.

Namun, korban berusaha mempertahankan tasnya. Terjadi saling tarik menarik antara tersangka dan korban, hingga tali tas korban putus. Usai mendapatkan tas, kedua tersangka langsung kabur.

Siti yang menjadi korban penjambretan tidak menyerah. Dia pun mengejar dan menabrakkan motornya ke tersangka. Akibatnya, kedua penjambret jatuh dan dihajar massa. Keduanya langsung diamankan ke Polsek Tegalsari.

Sementara itu, Fani, pelajar yang masih duduk di bangku SMK Kelas II ini mengaku terpaksa menjambret lantaran butuh uang saku untuk jajan. “Saya butuh uang buat jajan, Mas. Saya tak diberi uang oleh orangtua buat makan dan minum,” ujarnya.

Fani menambahkan, kalau yang menjual telepon seleluar hasil menjambret adalah Satrio. “Saya jual ke WTC. Paling besar laku Rp250 ribu,” imbuhnya.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement