Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Pasok Senjata ke Aceh

Pengawasan Perbatasan Lemah, Dulmatin Wara-Wiri

K. Yudha Wirakusuma , Jurnalis-Jum'at, 12 Maret 2010 |07:04 WIB
Pengawasan Perbatasan Lemah, Dulmatin <i>Wara-Wiri</i>
(Foto: Heru Haryono/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Buronan teroris nomor wahid, Dulmatin alias Joko pitono, diduga memanfaatkan kelengahan penjagaan perbatasan untuk dapat mendistribusikan senjata sekaligus berkunjung ke tanah air.

Demikian disampaikan pengamat intelijen sekaligus Direktur Pusat Studi Intelijen dan Kemanan Nasional (SIKNAL) Dynno Cressbon.

“Indonesia adalah negara dengan begitu banyak pulau dan perlu disadari bahwa memang perbatasan di Indonesia penjagaannya sangat longgar sehingga teroris sekelas Dulmatin dapat mondar-mandir ke Indonesia,” kata Dynno saat berbincang dengan okezone, Jumat (12/3/2010).

Menurut Dynno, senjata-senjata tersebut kemungkinan diperoleh dari Filipina sebab di negara ini tingkat transaksi jual beli senjata cukup tinggi, terutama di daerah konflik.

“Karena memang di Filipina sangat mudah mendapatkan senjata api. Senjata api (yang ditemukan polisi) sekira 27 buah, kalau dihiting harga persatuannya 25 peso x 27 buah. Biaya mereka sekira Rp1,5 miliar,” jelas Dynno.

Sebelumnya, Mabes Polri juga mengklaim bahwa tersangka teroris yang tewas dalam penyergapan di Pamulang, Tangerang, Banten itu, kerap keluar masuk Indonesia-Filipina tanpa terdeteksi oleh petugas.

"Belum jelas lewat mana saja. Tapi pernah keluar masuk (Indonesia-Filipina) itu betul," ungkap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement