JAKARTA- Kebijakan tembak ditempat oleh aparat Densus 88 kepada para teroris dinilai berlebihan. Dalam kaitan ini, Densus 88 tidak perlu 100 persen mengadopsi strategi AS.
“Kita tidak harus 100 persen mengikuti metode AS dalam menangani terorisme. Kita perlu pendekatan sendiri, khas kita,” ujar Ketua DPP PBB Yusron Ihza Mahendra saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Strategi berbeda dan lebih baik dalam menangani teroris, menurut Yusron, bisa dirumuskan Pemerintah Indonesia. Karena pemahaman terhadap dunia Islam Pemerintah Indonesia lebih baik ketimbang Pemerintah AS.
“Kalau serius menghabisi teroris, jangan dengan cara kekerasan, tapi diperbaiki, dikikis dengan memperbaiki jalan pikiran orang,” ujarnya.
Seorang mantan teroris, kata Yusron, akan sangat berguna dalam menyadarkan keluarga dan anak buahnya bila jalan yang mereka salah.
"Tapi bila mereka ditembak mati, akan memunculkan dendam dari anak buah dan keluarganya dan akhirnya siklus teroris tak akan putus,” ujarnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.