getting time...

Tangani Teroris, Densus Tak Perlu 100 % Tiru AS

Muhammad Saifullah - Okezone
Jum'at, 12 Maret 2010 11:22 wib

JAKARTA- Kebijakan tembak ditempat oleh aparat Densus 88 kepada para teroris dinilai berlebihan. Dalam kaitan ini, Densus 88 tidak perlu 100 persen mengadopsi strategi AS.

“Kita tidak harus 100 persen mengikuti metode AS dalam menangani terorisme. Kita perlu pendekatan sendiri, khas kita,” ujar Ketua DPP PBB Yusron Ihza Mahendra saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Jumat (12/3/2010).

Strategi berbeda dan lebih baik dalam menangani teroris, menurut Yusron, bisa dirumuskan Pemerintah Indonesia. Karena pemahaman terhadap dunia Islam Pemerintah Indonesia lebih baik ketimbang Pemerintah AS.

“Kalau serius menghabisi teroris, jangan dengan cara kekerasan, tapi diperbaiki, dikikis dengan memperbaiki jalan pikiran orang,” ujarnya.

Seorang mantan teroris, kata Yusron, akan sangat berguna dalam menyadarkan keluarga dan anak buahnya bila jalan yang mereka salah.

"Tapi bila mereka ditembak mati, akan memunculkan dendam dari anak buah dan keluarganya dan akhirnya siklus teroris tak akan putus,” ujarnya.
(ful)

  • widya » 0 Tanggapan
    memang politisi itu kadang kalau komentar sering gak nalar, saya membayangkan pak yusron ikut pengrebekan terus dia bilang sama si teroris "mas teroris anda mau ditangkap polisi meyerah saja daripada ditembak, tuh polisinya nunggu di luar" yo jelas si teroris nya kabur. jangan aneh aneh lah, beruntung dia belum sempat ngebom
    Beri Tanggapan Laporkan
  • agustinus agung unggul » 0 Tanggapan
    sudahlah legislatif gak usah banyak ngomong, coba seorang yusron yang jadi densus 88 trus mau nangkap teroris n gak di tembak duluan bisa2 yusronnya yang keburu mati duluan!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.