MOJOKERTO - Peninggalan Kerajaan Majapahit kembali ditemukan. Sebuah kolam yang diduga sebagai tempat mandi para raja ditemukan di Dusun Nglinguk, DesaTrowulan, KecamatanTrowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Situs bersejarah ini ditemukan warga setempat bernama Ruskan (63), di belakang rumahnya. Secara tak sengaja, Ruskan menemukan bangunan saat menggali tanah untuk pembuatan batu bata. Sejauh ini, dia sudah berhasil menggali kolam hingga berukuran 7x6 meter dengan kedalaman mencapai hampir tiga meter.
Jika dilihat, tampak jelas bangunan tersebut merupakan bangunan istimewa dengan arsitektur mewah ala kerajaan. Penemuan ini mendapatkan perhatian langsung dari Sekretaris Direktur Jenderal (Sekdirjen) Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Soeroso dengan mendatangi lokasi penemuan, Kamis (12/3/2010).
Kolam kuno ini mirip dengan bangunan Candi Tikus yang juga ditemukan di Kecamatan Trowulan. Pada bagian dinding kolam yang terbuat dari batu bata kuno terdapat beberapa buah pancuran air. Bangunan itu berundak-undak yang menandakan bahwa peninggalan sejarah tersebut bukan milik warga biasa.
Selama ini, penggalian yang dilakukan Ruslan baru menghasilkan satu dinding di sisi Timur, sementara bangunan lainnya di sisi Barat, Utara dan Selatan masih belum terlihat.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Aris Soviani membenarkan bahwa bangunan itu merupakan kolam pemandian raja. ”Hal itu berdasarkan penelitian awal atas bangunan yang sudah tampak,” papar Aris. Pernyataan Aris diperkuat dengan keterangan yang tertulis dalam Kitab Nagarakertagama.
Dalam kitab itu disebutkan, di antara Situs Kedaton dan Situs Cati Spatha, terdapat kolam yang biasa dipakai para raja. ”Posisi kolam ini memang berada di tempat yang disebutkan dalam kitab Nagarakrtagama. Sebenarnya, ada banyak hal yang menguatkan jika kolam ini milik para raja, termasuk temuan-temuan situs sebelumnya di sekitar kolam,” tambahnya.
Aris juga telah berkoordinasi dengan Balai Arkeologi Yogyakarta untuk melakukan penelitian dan penggalian lebih jauh. Rencananya, penggalian akan dilakukan di lokasi temuan awal dan akan dimulai April mendatang. ”Sementara ini, pemilik tanah Pak Ruskan, kami minta untuk berhenti menggali tanah di sekitar temuan,” tandasnya.
Dia berharap, dari hasil penelitian itu akan ditemukan secara utuh bentuk kolam pemandian. “Setidaknya, keberadaan situs baru bisa menjadi obyek wisata,” kata dia.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.