Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

111 Warga Mentawai Terkapar Keracunan Penyu

Rus Akbar , Jurnalis-Jum'at, 12 Maret 2010 |13:53 WIB
111 Warga Mentawai Terkapar Keracunan Penyu
Ilustrasi.(foto:ist)
A
A
A

PADANG - Hingga hari ini jumlah warga Dusun Parak Batu, Desa Sinakak, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat yang mengalami keracunan akibat menyantap penyu bertambah. Kemarin, korban 30 orang, kini bertambah.
 
Menurut Kepala Puskesmas Sikakap, Tiolina Sogo setelah mereka turun ke Dusun Parak Batu bersama tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, jumlah warga yang ikut pengobatan massal sebanyak 111 orang.
 
“Memang awalnya 30 orang, namun karena efeknya baru dirasakan warga maka mereka buru-buru datang berobat,” katanya pada okezone, Jumat (12/3/2010).
 
Tiolina meminta kepada warga Mentawai seluruhnya untuk saat ini tidak usah mengonsumsi daging penyu, meski daging penyu merupakan makana favorit bagi warga Mentawai.
 
“Untuk sementara ini seluruh warga Mentawai tidak usah memakan daging penyu, karena kita tidak tahu ciri-ciri bentuk penyu beracun, meski kadar protein penyu itu sangat tinggi,” ujarnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, warga setempat Marsisus, mendapat penyu dan membawanya ke kampung untuk di bagi-bagikan ke sanak saudara dan tetangga, untuk dikonsumsi Sabtu, 6 Maret lalu.
 
Selasa 9 Maret, tiga orang mendadak tewas. Sebelum meninggal mereka mengalami perut mual, kepala pusing dan muntah-muntah. Ketiga korban yang tewas adalah Sanaria (80), Lisreni (35), Teten 8 bulan anak dari Dewi mereka meninggal usai makan daging penyu.
 
Hingga berita ini diturunkan proses pengobatan massal masih sedang dilakukan tim kesehatan.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement