getting time...

Massa HTI Solo Demo Tolak Obama

Minggu, 14 Maret 2010 14:40 wib

SOLO - Ratusan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Solo, berunjukrasa di Bunderan Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo.  
Aksi ini dilakukan untuk menolak rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada 20-22 Maret mendatang di Jakarta. Aksi mereka awali dari Lapangan Kotta Barat, Solo. Selanjutnya, massa HTI ini melakukan long march menuju Bundaran Gladak.
 
Selain membawa bendera HTI berwarna hitam, massa HTI juga membentangkan spanduk yang antara lain bertuliskan “Obama, The Real Terrorist” dan “Obama Merupakan Kapitalis Yang Harus Diperangi”, serta poster berukuran besar bergambar Obama.
 
Humas HTI, Nur Alam Ibnu Kuncoro mengatakan, dalam aksi ini mereka menyampaikan dua tuntutan kepada pemerintah yaitu menolak kedatangan Obama, dan menuntut SBY agar bisa menekan Amerika untuk mengembalikan identitas kaum muslim di seluruh dunia. Karena, dominasi Amerika adalah dominasi kapitalisme.
 
“Sudah jelas kami menolak kedatangan Obama. Kedua, kami meminta kepada Presiden SBY untuk menekan Amerika untuk mengembalikan identitas muslim di seluruh dunia yang telah diinjak-injak Amerika,” jelasnya, Minggu (14/3/2010).
 
Sementara itu, aksi yang digelar di jalan utama Solo ini, sempat mengganggu para pengguna jalan yang melintasi aksi. Dalam aksi yang melibatkan anak kecil ini, juga digelar teaterikal yang menggambarkan kekejaman tentara Amerika dan sekutunya Israel. yang menewaskan 1.300 orang di jalur Gaza.
 
Massa juga menampilkan adegan yang menggambarkan arogansi pemerintahaan SBY dengan menangkap semua demostran yang menolak kedatangan Presiden Obama.
 
Dalam Treatrikal tersebut digambarkan, SBY ketakutan dengan adanya demo penolakan Obama yang dapat mengurungkan kedatangan Obama, hingga berimbas gagalnya investasi Amerika yang kemungkinan dibawa dalam kunjungan Obama ke Indonesia.

(Bramantyo/Trijaya/lsi)

  • Irfan » 0 Tanggapan
    Kalau ditelaah lebih jauh, Kemitraan Komprehensif itu memang sangat merugikan Bangsa dan rakyat Indonesia. Menurut saya, apa yang dilakukan HTI, yaitu mengingatkan pemerintah & rakyat Indonesia sudah sangat tepat. Hanya segelintir ormas/gerakan/partai di negeri ini yang mau "berkeringat" melakukan aktivitas demi kemaslahatan orang banyak. Kalau yang mementingkan citra/cari muka, atau ngincar jabatan, atau terbius oleh keadaan, ?itu sih banyak..he
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Damai » 0 Tanggapan
    Ya.. menurut saya sih tidak usah ditanggap secara berlebihan, tapi patut diawasi/monitor gerak-geriknya HTI, dan saya yakin pemerintah kita pasti melakukan hal tersebut. Kedatangan Presiden Obama merupakan peluang marketing yang dikenal sebagai 'branding' bagi ormas HTI guna mengumpulkan simpatisan yang ingin bergabung dengan mereka. Maklum lah saat ini 'rating' mereka masih dibawah ormas sejenis lainnya. Wass.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Hendra » 0 Tanggapan
    Kok ada ya..., Presiden negara yang bilang negara lain sebagai second countrynya? Ini namanya pengkhianatan terhadap negara. Pantas kalo gitu, walaupun dia kepala negara, tapi kalo kepala negara second countrynya datang ia sanjung-sanjung. Takut di depak dari vasilitas yang diberi second countrynya itu kale...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • muhamad keri » 0 Tanggapan
    pada kurang kerjaan ,jadi nya demo melulu ,susah orang fanatik sih ,
    Beri Tanggapan Laporkan
  • A. Romadi » 0 Tanggapan
    Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda, ?Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (HR. Bukhori - Muslim) jadi aneh ada tamu yg mau datang ko malah ditolak bahkan sudah memberitahu terlebih dulu. dengan dia datang ke Indonesia bukankah akan mempermudah kita untuk menyampaikan kebaikan dalam hal ini adalah da'wah kepadanya. Yg nyata2 kita tau bahwa Amerika adalah negeri nya Kafir dan Bapaknya Yahudi. Namun disana juga ada Muslimnya yang taat. Coba kalo kita yg sengaja ke Amrik untuk berda'wah kepada Obama kan akan mengalami kesulitan yang amat sangat. kita mesti bersyukur kedatangan tamu yg punya nama besar. semoga sekembalinya dari Indonesia dia dan rakyatnya akan bertobat dan diberi hidayah oleh Allah. wallohua'lam bishshowab. Amiin.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.