Balikpapan Terapkan 8 Sekolah Rintisan Standar Internasional

Amir Sarifudin - Okezone
Senin, 15 Maret 2010 12:27 wib
Siswa belajar.(ilustrasi:dok SI)
Siswa belajar.(ilustrasi:dok SI)

BALIKPAPAN - Di tahun ajaran baru 2010-2011 ini Pemerintah Kota Balikpapan membuka 8 Sekolah Rintisan Berstandar Internasional (RSBI) mulai dari tingkat Sekolah Dasar, SMP, SMA hingga SMK.
 
Delapan RSBI murni akan merekrut siswa-siswa khusus RSBI sehingga orangtua murid akan dikenai biaya/pungutan penunjang operasional.
 
Sesuai dengan PP No 11 tahun 2010 soal pengelolaan pendidikan diputuskan bahwa RSBI bisa diselenggarakan sendiri oleh Provinsi, atau diselenggarakan Kota/kabupaten dengan biaya provinsi atau diselenggarakan oleh pihak swasta, ungkap Sardjono Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Kaltim hari ini (15/3) di Balaikota.
 
Dengan beroperasinya RSBI di delapan sekolah negeri itu, sekolah diperbolehkan memungut biaya pendidikan namun pungutan ini harus sesuai mekanisme.
 
"Harus disetujui komite sekolah dan dibuatkan berita acaranya untuk apa saja pungutan itu, tandas Sardjono. Sedangkan untuk sekolah regular non RSBI tidak dibenarkan untuk melakukan pungutan. karena biaya operasional dihandle oleh APBN dan APBD," katanya.
 
Sebelumnya menurut Sardjono, Balikpapan sudah menerapkan sekolah RSBI namun belum terpadu di satu sekolah. selama ini memang ada kelas untuk RSBI misalnya di SMA 1, SMP 1. nah sekarang RSBI itu ditetapkan di SD 001, SMP 1, 3, SMA 1, 5 sedangkan SMK 1,2, dan 3 Balikpapan.
 
Mereka khusus untuk RSBI, mereka ditetapkan jalankan RSBI meski misalnya hanya empat kelas, katanya. Sejauhnya ini lanjut Sardjono Balikpapan telah memiliki sarana-prasarana pendidikan yang sesuai dengan rintisan sekolah Internasional.
 
"Termasuk kita upgrade SDMnya," tambahnya.

(fit)