getting time...

TI & Regulasi Lemah Akar Pornografi Marak

Rizka Diputra - Okezone
Selasa, 16 Maret 2010 10:16 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Pornografi sepertinya sudah menjadi persoalan pelik yang belum ditemukan solusi efektif untuk menghilangkannya dari kehidupan masyarakat Indonesia.
 
Pornografi sudah menjadi salah satu produk industri tersubur di Tanah Air. Saat ini dampaknya terutama kepada generasi muda kian memprihatinkan.

Pesatnya kemajuan teknologi informasi (TI) juga menjadi salah satu faktor penyebab utama maraknya pornografi ini. Sehingga konsumsi esek-esek tersebut bisa dinikmati masyarakat umum bahkan anak di bawah umur sekali pun.

Demikian diungkapkan Pendiri Masyarakat Tolak Pornografi (MTP) Ade Armando dalam diskusi bertema "Mencari Akar Pornografi" di Mizan Publika Book Point, Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (16/3/2010). "Pornografi begitu mudah diakses di internet. Termasuk maraknya pornografi di jejaring sosial," katanya.

Ade menambahkan, jejaring sosial yang begitu banyak diakses oleh generasi muda sangat rentan akan dampak negatif dari pornografi. "Jejaring sosial juga menjadi masalah, di mana orang begitu bebas menampilkan dirinya baik gambar visual maupun video," papar dia.

Namun demikian, perkembangan teknologi tidak semata-mata menjadi satu-satunya akar persoalan pornografi. Ada dua hal lain menurutnya, yang harus dijalankan secara efektif untuk setidaknya meminimalisir pornografi tersebut.

"Values (nilai) dan regulation (peraturan). Jangan berharap pornografi hilang dari Indonesia bila semua itu tidak dijalankan maksimal," pungkasnya.

Turut menjadi pembicara dalam diskusi, yakni Ketua Dewan Pembina Pusat Advokasi Hukum dan HAM (Paham), Heru Susetyo. Diskusi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu turut dihadiri Ketua MTP Azimah Subagyo, mantan wartawan senior TVRI Mas Agus M Akib, serta para mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta.
(ram)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.