getting time...

Bambang Soesatyo Sengaja Tutupi Kasus L/C Fiktif?

Lamtiur Kristin Natalia Malau - Okezone
Selasa, 16 Maret 2010 08:01 wib
Ilustrasi (Foto: Heru Haryono/okezone)
Ilustrasi (Foto: Heru Haryono/okezone)

JAKARTA - Kasus dugaan L/C fiktif Bank Century yang menyeret nama politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Misbakhun menyinggung nama politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo. Bambang dianggap menutup-nutupi kasus tersebut.
 
Bambang dianggap telah melakukan fitnah dan politik kotor terhadap Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam Andi Arief, terkait pernyataannya di sebuah situs berita. Dalam pernyataan di situs tersebut, Bambang menyebutkan bahwa Staf Khusus Presiden menebarkan rasa takut atau intimidasi pada lembaga penegak hukum.
 
"Andi Arief berupaya mengungkap kasus dugaan L/C fiktif di Bank Century yang melibatkan inisiator Pansus Century. Jika ada yang merasa takut dengan langkah tersebut, seharusnya bukan lembaga penegak hukum. Tapi, pelaku atau orang yang terkait dengan kasus L/C bodong," kata Asisten Staf Khusus Presiden Akuat Supriyanto seperti tertulis dalam rilis yang diterima okezone, Selasa (16/3/2010).
 
Menurut Supriyanto, pernyataan Bambang justru dapat dibaca sebagai tekanan terhadap aparat penegak hukum. "Ini seperti maling teriak maling. Aparat penegak hukum saat ini sedang bekerja untuk membuka kasus-kasus yang menyebabkan kolapsnya Bank Century. Kalau Bambang pro penegakan hukum dan anti korupsi, mestinya dia mendukung upaya tersebut," paparnya.
 
Lebih lanjut, komentar Bambang dinilai menunjukkan ketidaknyamannya dengan pengungkapan kasus kejahatan perbankan di tanah air. Meski demikian, Supriyanto berharap agar aparat penegak hukum tidak menghiraukan ulah Bambang.
 
"Kita berharap, tekanan politik terhadap proses penegakan hukum, seperti yang ditunjukkan oleh statemen Bambang, tidak mempengaruhi keberanian aparat penegak penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan independen, demi terungkapnya kebenaran," imbuhnya.

(lam)

  • emon » 0 Tanggapan
    mas mbambang keblinger , orang mo usut korupsi kok malah dikira nekan harusnya mas mbambang dukung , apa ada kepentingan / takut belang nya ketauan maling teriak maling , jgn 2x skrg lagi ngumpet biar ga di buru satgas anti korupsi atau tunggu ya mas mbambang di sel sama koruptor kelas kakap, atau kalo mau aman mas mbambang ganti kelamin ech sory ganti permak wajah aja biar ga ke-endus satgas anti korupsi bravo maling teriak maling ecsh sory bravo anti korupsi and anti politikus busuuuuuuk
    Beri Tanggapan Laporkan
  • emon » 0 Tanggapan
    mas mbambang keblinger , orang mo usut korupsi kok malah dikira nekan harusnya mas mbambang dukung , apa ada kepentingan / takut belang nya ketauan maling teriak maling , jgn 2x skrg lagi ngumpet biar ga di buru satgas anti korupsi atau tunggu ya mas mbambang di sel sama koruptor kelas kakap, atau kalo mau aman mas mbambang ganti kelamin ech sory ganti permak wajah aja biar ga ke-endus satgas anti korupsi bravo maling teriak maling ecsh sory bravo anti korupsi and anti politikus busuuuuuuk
    Beri Tanggapan Laporkan
  • umbar sabaran » 0 Tanggapan
    bambang kampungan,buta politik untuk kebenaran,bagi bambang bobrok muka dimuka cermin
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rakyat jelata » 0 Tanggapan
    Rakyat jelata Indonesia sdh mencium gelagat gk beres dgn tuduhan pansus thdp Prof Boediono ma Dr Srimulyani,golkar ketakutan dgn beliau2 itu yg terkenal integritasnya krn profesinalitasnya gak heran kalo golkar menutup-nutupi L/C fiktif ini,karena sumber kehancuran bangsa ini ya dari golkar itu,biang kerok sgl macam masalah ya dr golkar juga..makanya mereka mendukung opsi c tp gk mau keluar scr gentelment dr koalisi krn mrk gk siap untuk jd gembel....dasar penghianat bangsa harusnya dihabisi saja orang2 macam ini spt imam samudra cs agar bangsa ini benar2 bersih.....Jayalah Indonesiaku...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gembel » 0 Tanggapan
    bambang itu penipu.....
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.