TULUNGAGUNG - Sepasang mayat laki-laki dan perempuan ditemukan di kawasan pantai selatan Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Meski ditemukan dalam waktu yang berbeda, polisi menduga sejoli yang sudah dalam kondisi membengkak serta beraroma busuk itu memiliki keterikatan satu sama lain. Sebab mereka ditemukan di lokasi yang sama, hanya terpisah beberapa puluh meter.
Tidak ada tanda-tanda penganiayaan pad tubuh kedua jenazah itu, sehingga diduga kuat keduanya merupakan korban bunuh diri atau korban kecelakaan.
“Dugaan sementara keduanya sengaja mengakhiri hidup. Namun tidak tertutup kemungkinan, korban tenggelam atau kejahatan pihak lain,” ujar KBO Reskrim Polres Tulungagung Iptu Siswanto kepada wartawan Selasa (16/3/2010).
Jasad perempuan berambut panjang dengan kaos merah lengan pendek bergambar payung dipadu celana jeans biru itu ditemukan terapung Senin sore kemarin, di pinggir pantai selatan Sidem. Sementara jasad laki-laki ditemukan pagi tadi tak jauh dari lokasi penemuan mayat pertama.
Jenazah perempuan yang bertinggi badan sekira 150 cm itu diperkirakan berusia 35 tahun. Upaya identifikasi petugas hanya menambahkan data fisik bra coklat dan celana dalam krem yang dikenakan korban. Melihat kondisinya yang membusuk, diperkirakan korban berada di lokasi sudah dua hari. “Tidak ada satupun identitas di tubuhnya,” terang Siswanto.
Hampir sama dengan si perempuan, mayat berambut cepak dengan tinggi badan sekitar 165 cm itu juga diperkirakan berumur 35 tahun.
Jenazah berjaket parasit hitam ini mengenakan celana jeans warna putih. Di saku celana, polisi hanya menemukan dua buah ponsel. Dari ponsel inilah polisi akan berusaha mengungkap identitas jenazah.
Kedua jenazah tanpa identitas itu akhirnya dilarikan ke RSUD dr Iskak Tulungagung. “Mudah-mudahan kedua ponsel ini masih berfungsi. Sebab saat ditemukan dalam kondisi mati karena terendam air laut,” pungkas Siswanto.
(Solichan Arif/Koran SI/ded)