DENPASAR - “Tapa Brata” penyepian bagi umat Hindu di Bali, kali ini kian khidmat. Pasalnya, televisi dan radio berhenti siaran. Namun, kondisi ini juga membuat bingung warga non Hindu untuk mencari hiburan.
Sejak pukul 06.00 Wita, semua stasiun televisi lokal dan nasional menghentikan tayangannya di Bali. Namun, banyak warga yang belum mengetahui hal tersebut.
“Saya kira tadi hidup, soalnya nyepi tahun lalu masih bisa menonton TV, tapi sekarang tidak bisa lagi. Mungkin kita disuruh menghormati warga yang nyepi dengan tidak melakukan aktivitas,” kata Imron, warga perumahan Dewata Permai, Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (16/03/2010).
Bagi warga non Hindu, memang banyak yang mengisi hari libur Nyepi dengan melihat tayangan TV di rumah. Pihak desa adat memang melarang warga untuk keluar rumah guna menghormati warga yang melaksanakan “tapa brata”.
Seantero Bali pun benar hening dan lengang. Sejumlah ruas jalan di Denpasar yang biasanya ramai sejak pagi tadi tidak ada kendaraan yang melintas.
“Tadi saya sempat keluar rumah melihat dari kejauhan jalanan lengang hanya ada beberapa pecalang yang berjaga jaga di beberapa ruas jalan,” kata Nyoman Tapa, warga yang tinggal di bilangan Gatot Subroto saat dihubungi okezone via ponselnya.
Yang sedikit beruntung, adalah warga yang berlangganan TV berbayar. Siaran TV kabel ini tetap hidup seperti biasa. Meski tetap tidak bisa memutar chanel nasional. “Tapi lumayanlah ada hiburan biar tidak jenuh,” ujar Tunggul, warga lainnya di bilangan Gatot Subroto, Denpasar.
Pada setiap perayaan Nyepi, pihak desa adat memang melarang warganya keluar rumah. Pecalang adat sudah disiagakan di sekitar wilayah mereka untuk memastikan tidak ada warga yang keluar rumah.
Malam harinya pun demikian. Warga dilarang menghidupkan lampu, terkecuali keluarga yang memiliki bayi. Itu pun hanya sekedarnya.
(ded)