getting time...

Penutupan TPA Galuga Timbulkan Pro & Kontra

Rabu, 17 Maret 2010 11:27 wib
Tumpukan sampah di TPA Galuga, Bogor (Foto: blogspot.com)
Tumpukan sampah di TPA Galuga, Bogor (Foto: blogspot.com)

BOGOR - Pascalongsor di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang menewaskan empat orang dan tujuh luka-luka, Polres Bogor menutup sementara TPA tersebut.

Praktis, tindakan Polres Bogor itu menuai berbagai reaksi dari warga sekitar TPA. Ada yang setuju namun ada juga yang tidak setuju dengan keputusan tersebut.

Seperti misalnya, sejumlah pemulung yang berada di lokasi TPA berharap kepolisian tidak menutup lokasi pembuangan sampah yang menjadi “ladang” bagi mereka untuk mencari nafkah.

“TPA Galuga itu sumber untuk mencari kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Saprudin, warga yang menolak TPA ditutup, kepada wartawan, Rabu (17/3/2010).

Sementara menurut Sukriyat, dia meminta pemerintah dan polisi segera menutup TPA Galuga. “Kami takut ada korban jiwa lagi,” tandasnya.

Kapolres Bogor AKBP Tomex Kurniawan mengatakan, lokasi TPA Galuga untuk sementara ditutup. Hal ini untuk proses penyelidikan terkait peristiwa longsor yang terjadi Selasa 16 Maret, kemarin sore.

Sementara itu, hingga pagi tadi petugas Polres Bogor masih melakukan penjagaan terhadap TPA Galuga.(lsi)

(Endang Gunawan/Global/mbs)